Optimalisasi search engine dengan SEO

Punya website? Itu sudah biasa sekarang. Namun bagaimana biar website kita bisa laku itu adalah masalahnya sekarang. Mo pasang iklan ke situs2 iklan? Boleh aja sih. Tapi yang jadi masalah apakah kantong mendukung? Klo ya sih gpp, tapi klo ada yang lebih murah, kenapa tidak? Zaman sekarang, promosi situs lewat search engine lebih populer daripada lewat situs iklan. Kenapa? Sekarang coba perhatikan, apa ada orang yang ngenet tapi nggak buka Google? Lebih banyak mana orang yang buka Google dibandingkan dengan situs iklan? Pasti lebih banyak Google donk. Oleh karena itu, lebih enak ‘ngiklan’ di mbah Google, udah gratis, lebih terkenal lagi. Tul nggak😆 Nah, supaya wordpress bisa di’rambah’ dengan mbah Google dengan merata, maka situs kita harus mendukung prinsip SEO, sehingga situs kita menjadi Google friendly.

Apa sih SEO itu? Klo dilihat dari kepanjangannya Search Engine Optimation, artinya situs kita dioptimasi agar bisa dicari dengan situs search engine dengan mudah (search engine friendly). Ada banyak prinsip yang harus ditaati supaya situs kita mendukung SEO. Berdasarkan buku berjudul “Rahasia menjadi top 10 on Google” karangan Rahmat Putra, google membandingkan keyword yang diketikkan user (ketika user melakukan pencarian) dengan struktur website berikut:

1.    Title (tag <title>)
2.    Heading (tag <H1> dan <H2>)
3.    Paragraf pertama pada halaman web(tag <p>)
4.    Link anchor (tag <a>)
5.    Paragraf terakhir pada halaman web
6.    Kotak rop down pada form
7.    Nama folder/file
8.    Teks gambar (tag <img alt=”keyword”>)
Nomor 1 dan 2 pada wordpress diwakili ‘title’ sewaktu kita membuat postingan. Link anchor pada wordpress ada pada URL untuk postingan kita. Sedangkan untuk teks gambar, ada pada judul &/ deskripsi sewaktu kita mengupload gambar ke wordpress kita. Lalu bagaimana menyambungkannya?
Ini adalah langkah yang penting, agar artikel yang kita publish benar2 dicari oleh orang yang tepat. Jangan sampe ada orang nyasar ke situs Anda, gara2 yang dia cari nggak ada hubungannya dengan artikel yang Anda tulis. Prinsipnya, berlakulah seperti orang yang mencari pada situs search engine, bayangkan kemungkinan keyword yang mereka tulis. Misalkan saja, mereka hendak mencari artikel ini, dan keyword yang mereka tuliskan adalah “seo” atau karena mereka pengguna wordpress, mereka ketikkan “wordpress seo” pada search engine Google. Sehingga, pada ‘title’ postingan saya, saya isikan dengan ‘Bikin wordpress mendukung SEO“. Kalau mereka mengetikkan “wordpress seo google friendly”, maka saya bisa saja mengganti judul artikel saya menjadi “Bikin wordpress mendukung SEO supaya bisa Google friendly“. Intinya, sebisa mungkin keyword yang mereka masukkan di search engine masuk ke bagian 8 point di atas.
Klo sudah paham konsep di atas, kita install plugin yang mendukung SEO. Plugin yang pertama adalah All in One SEO pack buatan uberdose. Install dan aktifkan pluginnya. Setelah itu jangan lupa disetting dulu pluginnya. Sebaiknya pada ‘home title’ diisi dengan nama domain situs Anda (seperti iroel.web.id untuk situs saya). Kenapa? Supaya nama situs kita muncul di setiap ‘judul’ halaman artikel, sehingga ketika orang membaca artikel kita, dan senang dengan artikel kita, maka mereka tinggal melihat bagian judul browser kita, contoh untuk artikel ini “Bikin wordpress mendukung SEO | iroel.web.id”. Setelah itu isikan ‘home description’ dengan deskripsi tentang situs Anda (bukan artikelnya), dan ‘home keywords’ dengan keyword untuk situs Anda (pisahkan dengan koma, jika lebih dari satu). Contoh, misalkan situs saya membahas tentang tips dan trik tentang komputer, maka pada bagian ‘home keywords’ saya isikan dengan ‘artikel, tips, trik, komputer, windows’ dan pada ‘home description’ saya isikan dengan ‘Segalanya tentang artikel, tips n trik tentang komputer baik windows dan linux’. Perhatikan, semua keyword masuk pada bagian ‘home description’. Pada bagian ‘Rewrite titles’ dicentang, dan atur pada bagian ‘post title’ dengan ‘%post_title% | %blog_title%’, biar judul postingan yang didahulukan daripada title blog Anda (kebalikan dari default wordpress), seperti situs saya.
Plugin selanjutnya, Google XML Sitemaps buatan arnee. Setelah diinstall dan diaktifkan, setting pluginnya terlebih dahulu. Sitemap digunakan untuk membantu google mengetahui struktur website kita, sehingga Google tahu isi artikel apa saja yang ada pada situs kita, dan tidak perlu susah payah mempelajari struktur website kita. Dari catatan authornya, plugin ini juga kompatibel dengan search engine milik Yahoo! Berikut settingan saya untuk membantu Anda:
•    Settingan yang tercentang: write a normal XML file, write a gzipped file, Rebuild sitemap if you change the content of your blog, Notify Google about updates of your Blog, Notify MSN Live Search about updates of your Blog, Build the sitemap in a background process
•    Pada ‘post priority’, saya pilih: Comment Count
•    Pada ‘Automatic detection’, diisi dengan: sitemap.xml
•    Pada ‘Sitemap content’ dicentang semua
•    Pada change frequencies, sesuaikan dengan kebutuhan Anda, misalkan halaman homepage Anda kemungkinan ganti tiap hari (karena Anda sering memosting artikel), maka isi dengan daily. Sesuaikan juga dengan yang lain
Klo sudah, jangan lupa ditekan ‘update options’ biar kesimpan.
Plugin selanjutnya, Robots Meta buatan joostdevalk. Plugin ini gunanya, untuk mengatur orang yang mendownload/merambah situs kita (termasuk juga Google), supaya mereka bagian mana yang boleh dan bagian mana yang tidak. Tentunya kita tidak ingin halaman admin (wp-admin) kita dirambah oleh Google bukan! Berikut pengaturan yang saya lakukan:
•    Pada bagian RSS feeds, centang bagian berikut: noindex the comment RSS feeds, noindex all RSS feeds
•    Pada bagian ‘prevent indexing of, centang bagian berikut: The login and register pages, All admin pages
•    Pada bagian ‘Internal nofollow settings’, centang bagian: Nofollow login and registration links
•    Jika Anda verify meta untuk Google, isikan ‘ Verify meta value for Google Webmaster Tools:‘ (akan dibahas selanjutnya)
Plugin yang lainnya adalah Google Analytics buatan joostdevalk. Plugin ini berfungsi untuk statistik website Anda, misalkan jumlah pengunjung website Anda, link (artikel) yang paling banyak dicari dll. Untuk menggunakannya Anda harus mendaftarkan ke Google. Plugin ini penting, terutama bagi Anda yang bermain2 dengan Google Adsense. Konfigurasinya, hanya pada bagian ‘Analytics user account’, yang lain saya biarkan secara default.
Plugin yang lain adalah Google PageRank buatan andot. Plugin ini berfungsi untuk menampilkan ranking situs/halaman Anda pada Google PageRank. PageRank adalah sistem yang digunakan google untuk mengurutkan situs2 pada hasil pencarian google. Semakin tinggi semakin baik. Namun kalau Anda malu (merasa PageRanknya masih kecil), tidak perlu dipasang juga gpp  .
Plugin yang lain adalah search everything buatan Dan Cameron. Plugin ini menggantikan fungsi search engine wordpress, supaya lebih advanced.
Sampai di sini dulu penjelasan pluginnya.
Langkah yang tidak kalah pentingnya adalah menggunakan permalink. Langkah ini sudah dibahas sebelumnya, untuk membacanya silakan klik di sini. Langkah selanjutnya adalah mendaftarkan wordpress Anda ke Google (akan dibahas pada tutorial selanjutnya). Anda harus punya account di Google, jika tidak punya mendaftarlah dulu. Banyak tool yang Anda perlukan supaya situs Anda bisa dicari lewat Google.

untuk lebih lengkapnya.. ikuti link berikut ini..

  • panduan optimalisasi search engine + membuat blog yang benar : mirror1, miror2
  • search engine optimalisasi installer : mirror1, mirror2

selamat membuat website yang baik.. jangan lupa komentar juga ya.. salam roghuz_shy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s