Cerita Yang Realistis..!!

Ada Cerita Penuh Dengan Logika Realitas yang cukup menggelitik
Lumayan sebagai sarapan kedua :Þ

Seorang penjual minyak goreng keliling seperti biasa menjajakan dagangannya di tepian Sungai Citarum. “Nyak nyak
minyaaaaaaaaaaaaak”,teriaknya.

Di jalanan menurun tiba-tiba gerobaknya yang penuh
dengan botol minyak tergelincir ke Sungai Citarum. Plung … lap …
tenggelam deh ceritanya ….
Huuuuu … huuuu …. menangislah dia …. “Harus
kuberi makan apa istriku nanti … huuu…”

Tiba-tiba … seorang Malaikat yang baik hati muncul dan bertanya :

“Hai, Ryan … kenapa gerangankah sehingga engkau menangis begitu ?”

Ternyata … namanya Ryan … tahu juga ya itu Malaikat ….

“Oh, Malaikat … gerobak minyak goreng saya tergelincir ke sungai …”
“Baiklah … aku akan ambilkan untukmu …” Tiba-tiba Malaikat itu menghilang dan muncul lagi
dengan sebuah kereta kencana dari emas, penuh dengan botol dari intan… “Inikah punyamu?” tanya Malaikat …
“Bukan … gerobakku tidak sebagus itu … mana mungkin penghasilan
saya yang 6 juta sebulan bisa beli kereta kencana? Itu pun sudah ditambah
komisi penjualan yang cuma sedikit”

Malaikat itu pun menghilang lagi dan muncul dengan sebuah kereta perak dengan botol dari perunggu.
“Inikah punyamu?” tanyanya lagi. “Bukan, hai Malaikat yang baik … Punyaku cuma dari
besi biasa … botolnya juga botol biasa …”

Lalu Malaikat itu pergi lagi … dan kali ini kembali dengan gerobak dan
botol Si Ryan. “Inikah punyamu?”

“Alhamdulillah … benar ya Malaikat. Terima
kasih sekali engkau telah mengambilkannya untukku”.
Malaikat berkata”, Engkau jujur sekali, ya Ryan.
Untuk itu sebagai hadiah … aku berikan semua kereta dan botol tadi untukmu …”

“???????? Alhamdulillah …. terima kasih ya Allah
… terima kasih ya Malaikat …”

Sebulan kemudian, Ryan rafting bersama istrinya di sungai yang sama…. Naas tak dapat ditolak, malang tak bisa
dihindari … Perahu karetnya terbalik dan istrinya hanyut …
“Huuuuuuuuuuuuuuuuu u…. huuuuuuuuuuu …….
istriku … di mana engkau ….”, isaknya …

Tiba-tiba Malaikat pun muncul lagi … “Kenapa lagi engkau, ya Ryan ?”
“Istri saya hanyut dan tenggelam di sungai, hai Malaikat …”
“Ohhh … tenang … aku ambilkan …”
Plash … Malaikat itu menghilang dan tiba-tiba muncul kembali sambil membawa Nafa Urbach … yang ada tato mawar di perutnya …

“Inikah istrimu?” tanya Malaikat …
“Betul, Malaikat … dialah istriku …”

“Haaaaaa …. Ryan!!!” Malaikat membentak marah.

“Sejak kapan kamu berani bohong? Di manakah kejujuran kamu sekarang?”
Sambil bergetar dan berjongkok …

Ryan berkata :
“Ya, Malaikat …
kalau aku jujur … nanti engkau menghilang lagi dan membawa Bella
Saphira … kalau kubilang lagi bukan … maka engkau akan menghilang
lagi dan membawa lagi istriku yang sebenarnya …
Lalu … engkau akan bilang bahwa aku jujur sekali … dan engkau akan
memberikan ketiga-tiganya kepadaku… Buat membiayai hidup Nafa
saja aku bingung gimana caranya … apalagi tiga-tiganya? ?? ”

Malaikat pun termangu dan bengong …. “Benar juga kamu … kamu realistis …”

Ditulis dalam kisahku. Tag: , , . Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s