Apakah Kita Mengejar Umur, Atau Umur yang Mengejar Kita..!!

Malam ini, waktunya kita merenungkan sesuatu, sesuatu yang penting dalam hidup.. mari kita simak cerita berikut ini…

Pada suatu hari, ada seorang anak kecil yang bijak
Mengajukan sebuah pertanyaan kepadaku
Dan heran, aku bingung menjawabnya
Pertanyaannya sederhana saja

”Oom, apakah kita mengejar umur
atau kita yang dikejar umur?”

Saya memandang anak itu
Saya takjub Kata Saya ”Pertanyaanmu cerdas sekali
Umurmu belum lagi sepuluh tahun Mengapa engkau menanyakan itu?
Dan bagaimana engkau bisa sampai pada pertanyaa itu?”

Anak kecil yang bijak itu berkata:
”Oom belum menjawab pertanyaan saya
Oom malah memberi pertanyaan kepada saya
Baiklah, begini ceritanya Saya kan beberapa kali dibikinkan acara ulang tahun
Nah, di setiap acara ulang tahun itu Saya bertanya pada papa dan mama
Pah, pah, mah, mah, Apakah kita mengejar umur Atau kita dikejar umur?
Mereka menatap saya dengan mata keheranan Tahun itu mereka tak bisa menjawab saya
Tahun depannya begitu juga Kalihatannya Oom sama saja Sudah ya Oom, bai-bai.”

Anak itu pergi berseluncur, dengan skate boardnya.
Saya masih termenung saja.

Dua puluh tahun kemudian saya ketemu dengan seorang anak muda
Di sebuah toko buku, di depan rak filsafat dan pemikiran Orang-orang ramai berlalu-lintas
Dia menyapa saya dengan sopannya ”Oom, Oom masih ingat saya?”
saya tentu saja lupa lalu dia mengenalkan dirinya
”Saya dulu yang suka main skate board waktu masih kecil dekat rumah Oom yang bertanya dua kalimat favorit saya…”

”Aaa, ya, Oom ingat kamu yang setiap ualng tahunmu dirayakan selalu bertanya apakah kita mengejar umur
Atau kita dikejar umur?”

”Ya, ya, bagaimana Oom Bagaimana jawabannya?”

”Oom tidak bisa menjawabnya Maaf ya Begini saja. Aaa, ini kan rak buku pemikiran dan filsafat
Banyak judulnya, jago-jago pengarangnya Kamu baca saja buku-buku ini Di sela-sela ratusan alinea dan ribuan baris itu Bisalah itu, kau temukan jawabanmu Jadi cari sendiri saja Sorry ya, Oom pergi dulu.”

Dengan cepat saya pergi meninggalkannya Menyelip di antara pengunjung toko buku yang ramai ”Oom, Oom, tunggu sebentar.”

Tapi saya sudah menghilang meninggalkannya…

Dua puluh tahun kemudian saya berdiri di sebua kuburan Seorang sahabat meninggal dan kami mengantarkannya Beberapa puluh orang, anak isteri almarhum, keluarga dan kawan Jenazah sudah masuk lahat, air mata sudah bercucuran Doa dibacakan, udara panas dan pengap, mendung manahan hujan
Kami semua tepekur, hening terdiam.. Bergerak ke gerbang kuburan
Soerang peziarah menegurku, suaranya pelahan ”Oom, Oom tentu lupa saya Waktu kecil dulu, saya yang suka main skate board Tetangga Oom…”

”Aaa, iya, itu 40 tahun yang lalu Lama kita tidak bertemu Sekarang berapa anakmu?”

”Anak empat, perusahaan saya delapan Saya kaya sekarang, Oom Oom ingat kan, pertanyaan saya yang nakal dulu itu Jawabannya sudah ketemu Jadi soalnya bukan apakah kita mengejar umur atau kita dikejar umur itu Yang penting, Yang penting… adalah titik temunya Dan titik temu itu adalah kuburan ini
Kuburan ini…

Itulah yang saya katakan kepada anak-anak saya Ketika mereka berulang tahun Itulah yang saya katakan pada perusahaan saya Ketika perusahaan saya berulang tahun Ingat titik temu umur yang dikejar umur yang mengejar Adalah sebuah kuburan Dan sekali setahun, di sepanjang perjalanan umurmu Bertanyalah selalu bagaimana cara masuk kuburan itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s