Kapan Kita Dewasa ya..!!

“Kedewasaan seorang pria tidak diukur dari umur, tetapi dari penerimaan akan tanggung jawab.

” Kualitas ini merupakan kualitas yang harus dimiliki seorang pria dan menjadi tolak ukur seorang perempuan dalam menilai pasangannya. Namun, banyak di antara kita yang belum menyadari betapa pentingnya seorang pria menjadi pemimpin dan kepala yang bersedia menerima tanggung jawab.

Ketika seorang pria kehilangan integritasnya di dalam keluarga, keluarga itu sedang berada di ambang kehancuran. Lebih tepatnya lagi, seorang pria mempunyai peranan yang sangat besar dalam sebuah keluarga. Jangan heran bila keluarga menjadi hancur berantakan karena ulah para pria yang tidak bertanggung jawab.

Aku sangat diberkati sekali dengan pengajaran dari Bapak Ir. Eddy Leo, M.Th, hari Minggu yang lalu. Ia menceritakan dengan jenaka betapa pentingnya seorang pria memiliki kehidupan yang positif dan diubahkan. Ketika kehidupan seorang pria hancur, maka hancur pulalah kehidupan di sekitarnya. Ketika kehidupan seorang pria berhasil dan bertanggung jawab, maka berhasil dan bertanggung jawab pulalah kehidupan di sekitarnya.

Dalam bukunya berjudul 7 Ciri Pria Tidak Dewasa, Eddy Leo yang sudah banyak mengikuti seminar tentang ‘kehidupan pria yang maksimal’ menjelaskan bahwa ciri-ciri pria tidak dewasa adalah:
1. Sensual. Anak-anak mengalami proses merasakan, bertindak dan berpikir. Sedangkan, pria dewasa berpikir, bertindak dan akhirnya merasakan. Artinya, seorang pria dewasa adalah pribadi yang dengan tenang mempertimbangkan setiap keputusannya dan tidak terjebak dalam emosi, perasaan dan pengaruh lingkungan belaka. Untuk bertumbuh dewasa, seorang pria perlu bertumbuh dalam pemikirannya. Apabila pemikiran pria berubah, maka semakin berubahlah perkataan dan perasaannya. Seorang pria dewasa adalah pria yang memahami dan mempraktekkan kebenaran yang memerdekakan dirinya.
2. Egois. Pria yang tidak sadar akan keegoisannya adalah pria yang belum dewasa.
3. Tidak konsisten. Dasar dari karakter seorang pria adalah konsisten atau kesetiaan. Seringkali pria hanya mengutamakan dan menonjolkan kemampuan dan kharisma, tetapi tidak menekankan kesetiaan. Hanya kesetiaan yang dapat membuat pria terus berkembang dalam hidupnya. Kharisma bisa membawa kita ke atas, tetapi hanya karakter yang dapat mempertahankannya.
4. Tidak tepat janji. Perkataan seorang pria adalah ukuran dari karakternya. Nama baik seorang pria tergantung dari penggenapan kata-katanya.
5. Tidak bertanggung jawab. Kita tidak bisa menjadi pria sejati jika kita tidak memulai bertanggung jawab untuk melayani manusia.
6. Suka bersembunyi. Krisis tidak akan membentuk karakter seorang pria, krisis hanya akan mengungkapkan siapa dia sesungguhnya. Daripada melawan atau kabur, lebih baik gunakan krisis sebagai kesempatan untuk bertumbuh. Orang sukses melihat krisis sebagai kesempatan untuk berubah: dari yang kurang kepada yang lebih, dari yang kecil kepada yang lebih besar.
7. Hanya berespon terhadap pemaksaan. Pria yang belum dewasa adalah pria yang hanya berespon apabila dipaksa atau ditekan.

Tujuh ciri ke-tidakdewasa-an ini mungkin masih bercokol dalam kehidupan kita. Langkah pertama untuk menjadi seorang pria yang dewasa adalah menerima dan mengakui kelemahan itu lalu membuka hati akan kebenaran Firman Tuhan yang akan memerdekakan dirinya dan mengubah pikiran, hati dan kehidupannya.

Tujuh ciri ini selain menjadi panduan bagi seorang pria, dapat pula menjadi panduan bagi perempuan dalam mengevaluasi dirinya sendiri dan memilih pasangan hidup yang tepat nantinya. Jadi, bila kamu menginginkan pasangan yang dewasa, jadilah seorang pribadi yang dewasa. Bila kamu menginginkan pasangan yang takut akan Tuhan, jadilah seorang pribadi yang takut akan Tuhan.

Ditulis dalam renungan. Tag: , . 2 Comments »

2 Tanggapan to “Kapan Kita Dewasa ya..!!”

  1. admin Says:

    nice post broo…..tar deha q share ke web aq yach…. :D:D:D:D

  2. Haruhi Yuugata Says:

    Great post
    now i know what he means to me after this


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s