Pasar Tradisional Jepang (Renungan)

Pagi semuanya… apa yang ingin saya bahas hari ini berbeda dengan persepsi kita tetang negara jepang ini. Apa ya? Kali ini kita tidak akan membahas teknologi yang ada di Jepang, bolehkan sekali sekali OOT (Out Of Topic)?
Apa yang kami bahas? Pasar Tradisional di Jepang sana, terutama pasar yang ada di daerah pertanian. Bingung kan???

Pasar tradisional 1 - roghuzshy

Pasar tradisional 1 - roghuzshy

Sebenarnya sih ini bukan pasar yah karena penjual disana adalah para petani yang membuka lapak sendiri-sendiri untuk menjual hasil kebunnya yang tersisa (kebanyakan).
Dan kalau dilihat, tidak ada bedanya dengan pasar yang ada di Indonesia, kecuali satu perbedaannya yaitu tidak ada orang yang menjaga untuk lapaknya tersebut.

Pasar tradisional di jepang 2

Pasar tradisional 2 - Roghuzshy

Jadi bagaimana transaksinya? mudah kok, mereka (si penjual) telah mencantumkan harga di setiap barang dagangannya dan apabila ada pembeli yang datang untuk membelinya, si pembeli cukup masukkan uang seharga barang yang dibeli ke tempat yang telah disediakan.
Dan percaya atau tidak, boleh dibilang hampir tidak ada satupun petani yang rugi karena berdagang dengan cara sepeti ini. Atau dengan kata lain, semua pembeli selalu membayar apa yang mereka ambil.

pasar tradisional jepang 3 - roghuzshy

pasar tradisional jepang 3 - roghuzshy

Nah, ini dia sebenarnya yang ingin kami bahas, yaitu KEJUJURAN yang menurut kami saat ini semakin langka di dunia, terutama di Indonesia.
Kami sempat membaca berita bahwa ada sekolah menengah di Indonesia yang mendirikan “kantin kejujuran” dan hanya dalam waktu hitungan minggu, kantin tersebut bangkrut karena ternyata banyak siswa/ siswi yang tidak membayar sehabis makan.
Padahal di lain sisi, kantin itu berada di salah satu sekolah favorit di daerahnya yang berarti pasti sebagian besar siswa/ siswi disana dari golongan cukup mampu.

pasar tradisional 4 - roghuzshy

pasar tradisional 4 - roghuzshy

Mohon maaf kalau kami tidak sependapat dengan anggapan bahwa “orang yang tidak jujur itu pasti identik dengan orang miskin” dan karena mereka tidak punya uang makanya mereka berbuat tidak jujur.
Menurut kami, KEJUJURAN bukanlah sesuatu yang bisa diukur dari banyaknya materi maupun tingkat pendidikan tetapi lebih ke moral dan rasa malu yang bisa ditanamkan oleh orang tua maupun lingkungan sekitar.
Dalam hal ini, kita tidak harus selalu mencontoh teknologi yang berasal dari Jepang saja tetapi tidak ada salahnya kita juga mencontoh moral dan rasa malu yang mereka miliki.
Benar, tidak semua orang Jepang disana jujur tetapi setidaknya kalau bicara persentase, tentu jauh lebih baik dari negara kita. Setuju kan dengan kita?
Semoga tulisan kami ini bisa menjadi suatu bahan renungan agar bangsa kita bisa menjadi lebih baik di masa-masa yang akan datang.

bagaimana dengan bangsa kita ini???

2 Tanggapan to “Pasar Tradisional Jepang (Renungan)”

  1. yusahrizal Says:

    Jadi apakah yang menyebabkan orang Jepang jauh lebih jujur? agamakah?
    Indonesia merupakan negara dgn penduduk muslim terbanyak di dunia. Italia dengan Roma dan Vatikan merupakan pusat agama kristen. Tapi dinegara yg relatif penuh dengan penduduk beragama terbesar pertama dan kedua didunia itu justru banyak penipu dan tidak jujur.

    Jepang? sebagian besar (mungkin lebih dari 80%) orang Jepang adalah Agnostik (tak perduli dgn eksistensi tuhan) atau malah Atheis.

  2. rell Says:

    menurut saia agama nga terlalu lekat hubungannya dengan kejujuran ,karena dari pada kearah agama kejujuran lebih kearah estetika ,karena disana budaya malu benar2 melekat dengan kuat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s