Kenapa Babi dan Kera Haram, And Other Beast Animal – part 2

Hormon dalam daging Babi

Sebagian umat Kristen tidak mengetahui bahwa tidak hanya babi (termasuk babi hutan) yang dilarang untuk umat Islam, selain babi sebenarnya hewan yang dilarang dimakan juga adalah anjing, buaya, harimau, kucing., dan berbagai binatang buas lainnya (fredator).

Pernah seorang Kristen bertanya kepada penulis, kenapa umat Islam dilarang memakan anjing dan babi? Padahal bukankan Tuhan menciptakan semua itu untuk dinikmati oleh manusia (termasuk untuk dimakan). Apalagi daging anjing dan babi itu termasuk lezat dan nikmat (menurut pengakuan mereka yang biasa memakannya kepada penulis).

Pertanyaan ini bila kita jawab secara dogmatis, mungkin kita bilang karena Allah melarang umat Islam memakannya, maka kita diharamkan untuk memakannya titik.

Tentu jawaban seperti itu tidak masuk diakal umat Kristen dan umat Non Islam lainnya.

Apakah dilarangnya babi, karena binatang tersebut dikatakan kotor atau najis sehingga dilarang dimakan? Jawaban itupun akan mereka bantah karena bukankah ikan lele juga kotor, suka makan kotoran manusia).
Alasan lain yang sering dilontarkan oleh umat Islam berkaitan dengan dilarangnya makan babi karena daging babi mengandung cacing pita (tanea solium).
Cacing pita tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan manusia,. Cacing pita bila dimasak akan hancur/mati, tetapi telurnya berupa vulva baru dapat hancur setelah direbut di atas 140 derajat celsius, Bila kita merebus daging dengan demikian lalu jadi apa daging babi tersebut, kalau tidak jadi arang/gosong).
Tetapi jawaban ini pun akan dapat dibantah oleh umat Kristen dengan alasan kalau sebenarnya sapi juga mengandung cacing pita (tanea saginata) bahkan sapi juga mengandung penyakit mulut dan kuku, sapi gila (mad cow disease), antrax dan lain-lain.
Kalau cuma alasannya cuma cacing pita, logikanya daging sapi tentunya lebih berbahaya (lebih berisiko) daripada daging babi?
Belum terjawab masalah babi, penulis bertanya-tanya pula kenapa Allah melarang umat Islam memakan darah padahal darah kaya protein?
Ternyata darah hewan, sebenarnya hanyalah sampah bila dimakan manusia. Mengapa dikatakan sampah, sebab protein yang terdapat di dalam darah bila dimakan tidak dapat diserap oleh tubuh manusia bahkan berisiko tertular antrak;
Masalah darah telah terpecahkan, lalu mengapa Allah mengharamkan binatang-binatang yang mejijikkan, binatang buas, anjing, dan babi.
Ada apa dibalik “misteri” Allah melarang umat Islam memakan darah, bangkai dan daging babi (termasuk babi hutan) dan binantang buas lainnya. Hal ini telah lama menjadi beban pikiran penulis.
Allah, Maha Mengetahui segala sesuatu yang tidak diketahui oleh manusia, Ia juga Maha Pengasih dan Penyayang? Kalau demikian, mengapa Allah melarang Umat Islam memakan binatang-binatang yang mejijikkan, binatang buas, anjing, dan babi tersebut.
Apakah Allah telah menghukum Umat Islam sebagaimana ia pernah melarang umat Yahudi (Bani Israel) memakan hewan berkuku tunggal, lemak sapi dan domba?

Apakah Allah tidak menyayangi umat islam? Ibarat seorang anak yang meminta uang untuk membeli sepeda motor (sedang anak tersebut masih di kelas VI SD), tetapi si anak tidak diberikan uang tersebut (karena Ayahnya mempertimbangan usia si anak masih kecil, dan berbahaya naik sepeda motor), tetapi si anak tidak tahu pertimbangan ayahnya tersebut, dan bagi si anak akan menuduh Ayahnya pelit dan tidak adil dan tidak menyayanginya.

Mengapa Allah melarang umat Islam meminum alkohol, mengapa Allah melarang berzina, makan riba (bunga uang), makan daging babi dan berbagai larangan lainnya, Apakah Allah tidak adil terhadap umat islam?

Demikian berat larangan yang harus dibebankan kepada umat Islam. Belum lagi perintahNya harus berpuasa, harus shalat 5 kali sehari semalaman, membayar zakat, naik haji dan sebagainya yang “mungkin” bagi umat Non Islam dianggap sangat berat.
Sehingga dunia ini bagi orang Mukmin bila diandaikan adalah bagaikan neraka (sebab harus bersabar) sedangkan bagi orang kafir adalah surga. Dikaitkan dengan hal tersebut Allah telah menghibur Nabi Muhammad dan umatnya dalam Al Quran:

“Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan”

“Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Neraka Jahannam; dan Jahanam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya” (QS 3:196-197)

Dibalik semua larangan tersebut kata kuncinya hanya satu bahwa “Allah melarang sesuatu kepada umat-Nya tentunya karena mudharatnya (kerugiannya) lebih besar dari manfaat yang akan diperoleh” oleh umat Islam bila tidak mematuhi larangan tersebut.

Penelitian terakhir telah menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara perilaku seseorang dengan makanan yang biasa dimakan (dikonsumsi) seseorang. Hal ini berkaitan erat dengan hormon yang terdapat dalam daging atau makanan tersebut.
Kalau binatang yang biasa dimakan oleh seseorang tersebut adalah binatang buas (harimau, anjing, buaya), maka hormon yang terdapat pada hewan-hewan tersebut akan diserap oleh tubuhnya dan ia juga akan menjadi lebih agresif, ganas, dan suka membunuh.
Demikian pula bila dia suka memakan daging babi, maka bagaimanakah perilaku binatang babi yang memakan segalanya (omnifora), babi tidak sama dengan ikan lele, memang babi sama dengan ikan lele suka makan kotoran manusia.
Tetapi lihatlah sifat babi, babi adalah binantang yang agresif (suka menyerang) dan rakus. Selain itu adalah masalah seks, tidak usah dibilang. Babi terkenal mempunyai napsu seks yang tinggi (hiper) sehingga tidak mengherankan babi paling cepat beranak dan berkembang biak.
Masih banyak lagi sifat-sifat buruk babi yang perlu diteliti. Apakah jenis-jenis binatang herbifora (pemakan tumbuhan) seperti sapi, kambing dan unta bersifat agresif suka menyerang binatang lain (buruannya). Ternyata tidak, mereka adalah binatang sosial yang suka berkelompok mereka tidak pernah membunuh hewan lain (fredator) hanya untuk dimakan.

Sifat agresif tersebut akan tertanam dalam diri orang-orang yang suka makan binatang buas, babi dan anjing. Dalam bentuk suka berperang suka membunuh orang lain untuk memenuhi hawa nafsunya (sifat ini melekat kepada bangsa-bangsa yang suka menjajah dengan mengembangkan faham imperialisme dan kolonialisme) siapa mereka? NACH INI MEMANG SIFAT ORANG YAHUDI? (JADI SEKALI LAGI BISA JADI ANDA TERMAKAN BABI KETURUNAN YAHUDI YANG DIKUTUK ALLAH, udah dech jangan dimakan…daripada menanggung resiko)

Bangsa yang terkenal sebagai imperalis, kapitalis dan kolonialis adalah Amerika, Italia, Inggris, Perancis, Belanda, Spanyol, China, dan Jepang (apakah mereka beragama Islam atau Muslim?) Mereka adalah orang-orang yang suka memakan daging babi dan anjing. (tidak mengharamkannya)

Dengan demikian penulis baru menemukan korelasinya antara perilaku manusia dengan makanan yang mereka makan yaitu sifat agresif, rakus, haus seks dan individualis apa pada hewan-hewan yang dilarang Allah untuk memakannya (Maha Suci Allah, Subhanallah!).

Satu Tanggapan to “Kenapa Babi dan Kera Haram, And Other Beast Animal – part 2”

  1. Ra penting Says:

    Sorry, nyuwun sewu, nyuwun ngapunten sak derengipun. Blum terbukti secara pasti ada orang yg mempunyai sifat seperti sifat binatang yg dimakannya. Mbok yao kalo bikin pernyataan jgn dari teori home-made yang ga masuk akal, wong kelihatannya dipaksain buat membenarkan kelompok tertentu dan menjelekan kelompok lain. Aneh bin semrawut.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s