Waspada Flu Babi, Orang Indonesia Sudah Ada Yang Jadi Korban!

Apa itu flu babi?
Flu babi atau yang dikenal dengan nama swine flu, merupakan penyakit pernafasan yang telah menyerang babi, yang disebabkan oleh virus influenza tipe A (H1N1), bukan H5N1 seperti di flu burung. Flu babi, seperti yang disebutkan oleh CDC (Centers for Disease Control and Prevention), dapat menyebar dari manusia satu ke manusia lainnya, sehingga tidak secara langsung manusia mendapatkannya.

Keberadaan flu babi muncul kembali tersiar di akhir bulan Maret dan awal April 2009, dengan kasus infeksi manusia pertamanya dilaporkan ada di Meksiko, California Selatan dan dekat San Antonio, Texas. Sebanyak 149 orang di Meksiko telah tewas. Sedangkan di Texas mengkonfirmasi terdapat 6 kasus flu babi, dan California mendapat 11 orang yang meninggal karena flu babi ini. Sementara World Health Organization (WHO) kemudian menetapkan kasus flu babi ini dalam standard peringatan dari level 3 ke level 4, yang mengindikasikan adanya peningkatan resiko tertularnya virus berbahaya ini secara global.

Bagaimana tanda orang terkena flu babi?
Tandanya sama seperti orang yang terkena flu biasa, termasuk demam, batuk, radang tenggorokan, nyeri tubuh, sakit kepala, tubuh menggigil, dan mudah lelah. Beberapa yang dilaporkan, penderita flu babi juga menderita diare dan muntah-muntah. Di masa lalu, beberapa penyakit seperti pneumonia dan gagal pernafasan, juga kematian, menurut CDC, juga sebagai akibat dari flu babi, Seperti flu musiman, flu babi juga dapat menyebabkan penambahan kondisi medis yang kronis.

Berapa lama virus H1N1 ini dapat bertahan di luar tubuh?
Beberapa virus dan bakteri dapat hidup selama 2 jam atau lebih di permukaan seperti meja kafe, pegangan pintu, kursi, dan sebagainya. Frekuensi mencuci tangan yang lebih sering akan membantu mengurangi kemungkinan kontaminasi dari flu babi ini.

Bagaimana penyebaran flu babi ini?
Penyebaran virus influenza A (H1N1) penyebab flu babi ini menyebar dengan cara yang sama dengan penyebaran flu musiman. Virus ini menyebar dari person satu ke person lainnya, dapat melalui batuk atau bersin. Seringkali orang terinfeksi juga dengan cara bersentuhan dengan sesuatu yang terkena infeksi virus flu babi, atau menyentuh mata, mulut atau hidung dari orang yang menderita flu babi. Penyebaran juga dapat dilakukan dari permukaan meja yang terkena nafas orang terinfeksi flu babi, atau menyentuh mulut, hidung, mata, sebelum mencuci tangan. Orang atau anak-anak yang terinfeksi memiliki kemungkinan untuk menyebarkan infeksi flu babi dalam 1 hari sebelum sindrom berkembang, dan kemudian mengalami sakit selama 7 hari atau lebih. Hal ini berarti, Anda masih dapat menyebarkan virus tersebut ke orang lain, sebelum Anda sendiri sakit, dan orang yang tertular akan sakit sama seperti Anda.

Bisakah flu babi menular melalui makanan?
Tidak. Menurut CDC, virus influenza flu babi ini tidak menular melalui makanan. Anda tidak akan mendapatkan infeksi flu babi ini hanya karena makan daging babi, lemak babi, atau produk makanan berbahan babi lainnya. Anda masih aman dengan makan daging babi dan produk makanan berbahan babi lainnya yang tentunya sudah dimasak matang dan dengan peralatan makan yang bersih.

Seberapa seriuskah infeksi virus babi?
Antara tahun 2005 hingga Januari 2009, 12 orang penderita flu babi di U.S. telah terdeteksi, namun tidak meninggal. Namun, infeksi flu babi ini bisa serius. Di News Jersey tahun 1976, virus flu babi ini telah memberikan penyakit serius ke lebih dari 200 orang dan beberapa lainnya meninggal.

Apakah ada vaksin untuk mengobati penderita flu babi?
Menurut CDC, vaksin untuk flu babi belum ada. Namun, CDC dan WHO berencana akan membuat vaksin, dan memerlukan waktu produksi selama beberapa bulan. CDC juga mengatakan bahwa penderita dapat meminum obat antiviral seperti yang diminum penderita flu burung, yakni flu Tamiflu atau Relenza, namun tidak dengan dua obat tersebut sekaligus. Obat tersebut akan efektif paling lama 48 jam.

Bagaimana cara mencegah infeksi flu babi?
Menurut CDC, ada beberapa hal yang harus diperhatikan :

  • Hal terpenting, cuci tangan Anda dengan bersih, menggunakan sabun dan air atau pembersih tangan beralkohol, khususnya setelah Anda bersin atau batuk, ataupun setelah menyentuh babi
  • Tetap menjaga kesehatan dengan tidur cukup
  • Aktif berolahraga fisik
  • Mengendalikan pikiran agar tidak stress
  • Minum banyak air
  • Makan makanan yang bernutrisi
  • Usahakan untuk tidak bersentuhan tangan, mulut, hidung atau mata atau apapun yang mungkin telah terkontaminasi dengan virus flu babi
  • Usahakan untuk menjaga jarak atau tidak berhubungan dekat dengan orang yang menderita flu babi
  • Tutuplah mulut dan hidung dengan tisu ketika Anda bersin atau batuk, dan buanglah tisu setelah menggunakannya
  • Pergi ke dokter jika sudah terkena virus flu babi ini
  • Jika Anda sudah terkena virus ini, CDC menyarankan untuk tetap tinggal di rumah, dan usahakan untuk tidak bekerja atau sekolah dulu, untuk menjaga jarak dengan orang yang belum terinfeksi.

Bagaimana penyebaran flu babi di Indonesia?
Menurut Menko Kesra Aburizal Bakrie mengatakan virus flu babi agak sulit untuk berpotensi menyebar di wilayah tropis seperti Indonesia. Pemerintah juga akan mengawasi lalu lintas manusia di airport dan pelabuhan, dengan menggunakan pemindai panas badan (thermal scanning), sehingga petugas bandara atau pelabuhan bisa memantau orang yang diduga mengidap virus flu babi. Selain itu, untuk sementara, impor daging babi atau daging lain yang berpotensi membawa virus flu babi dilarang pemerintah. Pemerintah juga akan meneliti peternakan babi di Indonesia. Walaupun begitu, Departemen Kesehatan mengaku masih memiliki banyak stok obat antiviral Tamiflu untuk mengantisipasi flu babi. (dari berbagai sumber)

Iklan
Ditulis dalam InfoQ. Tag: , , . Leave a Comment »

Kenapa Babi dan Kera Haram, And Other Beast Animal – part 3

Potensi Membunuh Pada Manusia

Saya ingin melengkapi tulisan saya di atas mengapa Daging Babi atau ham dan binatang fredator lainnya diharamkan dikaitkan dengan hormon yang terdapat pada hewan-hewan tersebut.
Manusia adalah salah satu species di dunia ini yang tidak mempuyai taring dan cakar seperti harimau, tidak mempunyai tanduk maupun gading, Sepeti banteng dan gajah. Tetapi manusia mempunyai “akal”. Dengan akal ia dapat membuat tombak dan pedang, dengan akal ia dapat membuat pistol dan senapang. Manusia adalah salah satu spcies yang cenderung sering membunuh speciesnya sendiri (manusia membunuh manusia). Harimau yang buas tidak membunuh anaknya, harimau yang buas tidak membunuh harimau lainnya (paling-paling hanya berkelahi berebut wilayah teritorial dan berebut hewan betina, tetapi setelah itu bila kalah tidak saling membunuh). Tetapi manusia? Sudah sering kita baca di Koran dan TV, seorang ibu membunuh bayinya, seorang manusia membunuh manusia lainnya hanya gara-gara sebatang rokok dan uang Rp 1000. Ada apakah ini, dimana katanya manusia yang berakal itu? (Iblis-kah yang telah menggoda hati manusia dan menelanjangi akalnya).
Pantas saja Allah menyatakan bahwa dengan “akal” yang dipunyai manusia maka derajat manusia di atas malaikat, tetapi karena akal itu kadang tidak dipergunakan, maka manusia bisa lebih rendah dari hewan. Untuk itu camkan ayat Al Quran berikut ini:

“sesungguhnya Kami (Allah) telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (Neraka)”. (QS 95, At Tiin:4-5).

Dalam sejarah kehidupan manusia (zaman Adam), telah terjadi pembunuhan pertama, yaitu pada peristiwa Qabil dan Habil. Qabil mempunyai adik kembar yang cantik bernama Iqlima . Sedangkan Habil mempunyai adik kembar yang bernama Labuda. Menurut ketentuan Allah saat itu bahwa Qabil hanya boleh kawin dengan Labuda, jadi tidak boleh kawin dengan adik perempuan kembarnya yang bernama Iqlima. Tetapi berhubung Iqlima lebih cantik dari Labuda, maka Qabil hanya mau kawin dengan saudara kembarnya saja yaitu Iqlima. Lalu Qabil digoda Iblis dia membunuh saudaranya sendiri yang bernama Habil tersebut. Jadi motivasi membunuh pada Qabil ternyata hanya karena memperebutkan wanita cantik.

Dengan demikian potensi membunuh sudah ada pada diri manusia, Islam-kah Dia, Kristen-kah dia, kafir-kah dia, tinggal akal saja dan hidayah Allah saja yang harus membimbingnya. Lalu apa hubungannya dengan hormon yang terdapat pada hewan yang penulis maksudkan. Untuk memudahkan pembaca memahami hal tersebut. Penulis gambarkan… ibarat seorang Atlet lari, yang sebenarnya sudah mempunyai potensi berlari cepat, tetapi behubung dia minum obat “dopping”, maka larinya semakin cepat. Jadi daging Babi (ham) tersebut sama seperti obat “dopping” tersebut. Bila kita makan maka potensi membunuh pada manusia semakin kuat, apalagi bila ditambah dengan godaan Iblis…jalan menuju pembuhunan semakin membara.