Kenapa Babi dan Kera Haram, And Other Beast Animal – part 3

Potensi Membunuh Pada Manusia

Saya ingin melengkapi tulisan saya di atas mengapa Daging Babi atau ham dan binatang fredator lainnya diharamkan dikaitkan dengan hormon yang terdapat pada hewan-hewan tersebut.
Manusia adalah salah satu species di dunia ini yang tidak mempuyai taring dan cakar seperti harimau, tidak mempunyai tanduk maupun gading, Sepeti banteng dan gajah. Tetapi manusia mempunyai “akal”. Dengan akal ia dapat membuat tombak dan pedang, dengan akal ia dapat membuat pistol dan senapang. Manusia adalah salah satu spcies yang cenderung sering membunuh speciesnya sendiri (manusia membunuh manusia). Harimau yang buas tidak membunuh anaknya, harimau yang buas tidak membunuh harimau lainnya (paling-paling hanya berkelahi berebut wilayah teritorial dan berebut hewan betina, tetapi setelah itu bila kalah tidak saling membunuh). Tetapi manusia? Sudah sering kita baca di Koran dan TV, seorang ibu membunuh bayinya, seorang manusia membunuh manusia lainnya hanya gara-gara sebatang rokok dan uang Rp 1000. Ada apakah ini, dimana katanya manusia yang berakal itu? (Iblis-kah yang telah menggoda hati manusia dan menelanjangi akalnya).
Pantas saja Allah menyatakan bahwa dengan “akal” yang dipunyai manusia maka derajat manusia di atas malaikat, tetapi karena akal itu kadang tidak dipergunakan, maka manusia bisa lebih rendah dari hewan. Untuk itu camkan ayat Al Quran berikut ini:

“sesungguhnya Kami (Allah) telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (Neraka)”. (QS 95, At Tiin:4-5).

Dalam sejarah kehidupan manusia (zaman Adam), telah terjadi pembunuhan pertama, yaitu pada peristiwa Qabil dan Habil. Qabil mempunyai adik kembar yang cantik bernama Iqlima . Sedangkan Habil mempunyai adik kembar yang bernama Labuda. Menurut ketentuan Allah saat itu bahwa Qabil hanya boleh kawin dengan Labuda, jadi tidak boleh kawin dengan adik perempuan kembarnya yang bernama Iqlima. Tetapi berhubung Iqlima lebih cantik dari Labuda, maka Qabil hanya mau kawin dengan saudara kembarnya saja yaitu Iqlima. Lalu Qabil digoda Iblis dia membunuh saudaranya sendiri yang bernama Habil tersebut. Jadi motivasi membunuh pada Qabil ternyata hanya karena memperebutkan wanita cantik.

Dengan demikian potensi membunuh sudah ada pada diri manusia, Islam-kah Dia, Kristen-kah dia, kafir-kah dia, tinggal akal saja dan hidayah Allah saja yang harus membimbingnya. Lalu apa hubungannya dengan hormon yang terdapat pada hewan yang penulis maksudkan. Untuk memudahkan pembaca memahami hal tersebut. Penulis gambarkan… ibarat seorang Atlet lari, yang sebenarnya sudah mempunyai potensi berlari cepat, tetapi behubung dia minum obat “dopping”, maka larinya semakin cepat. Jadi daging Babi (ham) tersebut sama seperti obat “dopping” tersebut. Bila kita makan maka potensi membunuh pada manusia semakin kuat, apalagi bila ditambah dengan godaan Iblis…jalan menuju pembuhunan semakin membara.

Iklan

Kenapa Babi dan Kera Haram, And Other Beast Animal – part 1

Untuk topik ini merupakan kutipan dan sumber lain karena sangat menarik untuk dibaca. Yakni kenapa Babi, kera dan binatang buas lain diharamkan untuk dimakan. Baiklah marilah kita mulai.

1. SEBAGIAN ORANG YAHUDI TELAH DIKUTUK MENJADI BABI DAN KERA

Hati-hatilah Anda termakan babi dan kera jelmaan orang Yahudi. Saya selalu merenung dan tafakur, berpikir dan berdoa.. saya selalu ingin menguak misteri dalam setiap larangan Allah. Salah satunya adalah muncul pertanyaan saya adalah kenapa larangan memakan babi itu baru muncul pada zaman Nabi Musa? Kenapa sebelum nabi Musa larangan itu tidak ada.

“Demikian juga babi hutan (babi?), karena berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi ia tidak memamah biak, haram itu bagimu (Imamat 11:7).

Ada apa ini, juga setelah Musa umat Islam juga diharamkan memakan daging babi.

Baiklah..mari kita umat islam selidi ada apakah yang terjadi pada zaman nabi Musa itu, bagi yang melanggar hari Sabat, mereka dikutuk Allah menjadi Kera dan Babi?

“Katakanlah: “Apakah akan aku beritkan tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki daan dimurkai Allah, diantara mereka (ada) yang dijadikan KERA dan BABI…” (QS 5:60)

”Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu lalu Kami berfirman kepada mereka: “JADILAH KAMU KERA YANG HINA”. (QS 2 : 65)

Ayat ini sebelumnya saya anggap aneh dan tidak rasional, kenapa manusia berubah menjadi kera dan babi… tetapi bukankah tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, menciptakan babi dan kera yang dulunya tidak ada menjadi ada azha mudah, apalagi merubah manusia menjadi babi dan keras, jadi…maka jadilah (kun fayakun!!).
Lalu kapan terjadinya peristiwa ini? Siapakah saksinya. Bukankah hari itu hri Sabat (umat Yahudi yang taat tidak boleh ke laut mencari ikan??)
Seandanya kejadian terjadi ketika orang-orang Yahudi itu berada di pantai mencari ikan (melanggar hukum Allah) dan mereka semuanya menjadi babi dan kera. Kemudian..orang-orang Yahudi yang taat melihat kedua binatang ini…mereka pasti tidak tahu dan tidak menyangka bahwa yang mereka lihat itu adalah jelmaan rekn-rekan mereka yang sesat. Bahkan bisa jadi justru akan ditangkap dan dibunuh…untuk di panggang…maka jadi kaniballah…mereka manusia makan manusia jelmaan (Maha Suci Allah yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui).

Nach..terkuak lagi sebuah misteri pada diri saya, bahwa ada korelasi larangan makan babi dan kera. Mengapa larangan itu baru ada pada/sejak zaman Musa, belum ada larangan itu pada zaman nabi-nabi sebelumnya.

Jawabannya hanya satu…apakah anda dapat membedakan babi dan kera jelmaan Yahudi itu. Apakah mereka Yahudi yang telah dirubah Allah menjadi “binatang” itu masih hidup hingga sekarang beranak pinak (bisa jadi).

Jadi jelaslah kalau umat Musa yang shaleh diharamkan memakan babi termasuk kera…yaahh bisa jadi mereka dan anda akan memakan babi dan kera yang merupakan keturunan dan jelmaan Yahudi.

Jangan-jangan selama ini anda bahkan telah “mengkonsumsi’ babi jelmaan orang Yahudi???

Bagaimana sifat babi dan kera itu (lihat tulisan di bawah, hormon babi, sifat babi inipun persis sama sifat-sifat orang Yahudi)

INTERMEZZO:

Yang lebih menarik lagi dalam sebuah majalah Sabili, ada saya baca bahwa Tikus sebenarnya ‘sebagian-nya” adalah juga jelmaan Yahudi yang dikutuk Allah (makanya Nabi menyuruh kita membasmi tikus).

Untuk menguji benar tidaknya dalil ini adalah: ada sesuatu keanehan bagi seekor tikus, menurut buku itu bila kita beri minuman dua buah susu kepada seekor tikus satu mangkok susu kambing dan susu lainnya susu unta. Maka Tikus “Yahudi” ini tidak mau minum susu unta (sebab mereka dulunya diharamkan minum susu unta), dia hanya meminum susu kambing. (wallahu alam)

Beda dengan kucing dan manusia yang durhaka: kalau kita beri dua buah mangkok susu dan bir, maka kucing akan memilih meminum susu dari pada bir, sedangkan manusia yang “durhaka” kepada Allah tidak memilih susu tetapi memilih bir!?