Sebuah Renungan : Kakak Orang yang dikereta tadi ya

ini adalah sebuah tulisan yang menyentuh dari seorang teman saya yang berada dikaskus, dari tulisan ini saya merasa tersentuh.. dan membuat saya merasa harus share di blog ini. sekian lama tidak pernah posting. hari ini mungkin sedikit memberi inspirasi orang dari tulisan ini 🙂

Copas dari sini :

Sebenernya pengalaman ini udah agak lama gan, sekitar 1,5 bulan yang lalu. Ane orang bekasi yang kebetulan kuliah di Jogja, 1 bulan lalu pas liburan UAS ane pulang ke bekasi, kebetulan naik Fajar Utama Yogya dari Jogja ke Jatinegara. Ane dapet kursi yang sampingnya ane kosong. Menjelang kereta berangkat ane liat ada cewek yang bawa koper kecil, tapi pake dibawain sama poter (kuli angkut stasiun) padahal kopernya kecil. Dalam hati ane mikir “yaelah koper kecil gitu pake dibawain segala, manja banget sih!”. Ternyata kursi dia juga sampingnya kosong.

Kereta berangkat, ane seperti biasa dan orang2 lain juga pasti ngelakuin itu, berusaha tidur biar kerasa cepet. Ane ga bisa tidur jadi ngamatin orang2 sekitar situ, sesekali orang jualan makanan/minuman masuk (padahal kelas bisnis). Ane liat cewe tadi, dia kok setiap beli makanan/minuman selalu nanyain ke pedagangnya tentang uang yang dia kasih ke pedagang. Ane bingung.

Masuk Cirebon makin banyak pedagang yang lewat, dan pengemis masuk. Lagi2 cewe tadi nanyain tentang uang yang dia kasih ke pengemis. Ane makin bingung. dan anehnya dia dari tadi selalu menggenggam buntelan uang yang bervariasi dari 1000 – 10.000 rupiah. buat apa pikir ane. dan ane dapetin jawabannya.. pas dia lagi mau ngambil makanan di meja kecil depannya, air botolannya jatuh, cewe itu meraba-raba nyari botol itu.. oh tuhan.. ternyata dia buta…

Seketika (mungkin ane sedikit lebay) mata ane basah ngeliat itu.. ya tuhan.. ada seorang buta pergi sendirian.. dalam hati ane berharap ane bisa bantuin dia paling ga sedikit aja. Ternyata doa ane dikabulin, sampai jatinegara, dia awalany dituntun sama polsuska, tapi cuma sampai luar gerbong. dia kebingungan ga ada yang bantuin dia. bodo amat mau dibilang sok pahlawan ane nawarin bantuan

ane : mbak, mau kmana?
cewe : oh saya mau ke rawamangun kak..
a : kalo boleh saya bantu mbak ya.
c : oh terima kasih banyak, saya bingung ga ada yang bantu saya…
a : (saya gandeng dia, jujur, ada rasa malu ketika jadi perhatian orang2 disitu, tapi udah dari tadi saya tekad bantu dia) sambil jalan saya ngobrol sedikit sama dia..
c :kakak pasti orang dari kereta tadi ya?
saya kaget kok dia bisa tau..

a : kok tau mbak?
c : oh bener kan, kakak pasti orang jogja ya?
a : oh bukan, saya orang bekasi, kenapa ngira saya orang jogja? mbak jogja ya? (walopun dari logatnya jelas dia bukan orang jogja)
c : Oh saya kira orang jogja, ga soalnya kakak baik, saya tadi baru pulang dari jenguk kakak saya, pas di jogja saya terkesan sekali, pas waktu saya sampai jogja, banyak orang ganti2an nolong saya sampe ketemu kakak saya, awalnya saya kira mereka minta imbalan, waktu mau saya kasih duit mereka nolak, makanya saya kira kakak orang jogja.. emang kakak ngapain di jogja?
a : saya kuliah mbak
c : dimana? kakak saya juga kuliah di jogja
a : saya di U**, kakak mbak dimana?
c : Oh kalo kakak saya di **I…
a : coba mata saya normal, saya mau kuliah disana. Susah kak kalo jadi orang cacat di jakarta, harus punya duit buat cari yang mau bantuin kemana2. kalo ga punya duit pasti jadi gelandangan….

Selanjutnya kami bicara sampai dia dapet bajaj.. ane titipin ke tukang bajaj biar dianter ke rawamangun..

Ane tertegun. banyak hal yang ane dapetin dari sana, keberaniannya dan tentunya refleksi buat kita semua terutama orang jakarta.. apakah orang buta ini benar2 mencerminkan ke individualisan kita.. dan apakah keramahan dan bantuan tanpa imbalan harus dicari jauh2 ke luar jakarta?.. ane sedih..
maaf kalau ane nyinggung banyak agan2 disini.. cuma sekedar shared.. dan refleksi buat kita semua.. satu lagi harapan ane.. plis jangan hina orang cacat.. jujur ane sering banget ngetawain mereka.. tapi sejak kejadian ini ane malu karena ga punya keberanian setinggi mereka ngarungin hidup.

Sumber dari :

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3431502

Kumpulan Misteri Dunia Yang Belum Terpecahkan

Ada beberapa hal yang menarik dari artikel ini, sebuah pembahasan yang memang lazim untuk mengetahui adanya misteri dunia yang belum terpecahkan.. 🙂 selamat membaca teman2 🙂

1. PENCIPTAAN MANUSIA :

Charles Darwin pernah menawarkan teori bahwa manusia adalah hasil evolusi dari kera. Jika demikian halnya, maka “seharusnya” manusia akan terus berevolusi menjadi mahluk yang lebih baik. Namun faktanya, sudah lebih dari 2000 tahun, tidak ada perubahan pada manusia. Apakah itu berarti evolusi berhenti?

2. JALAN BIMINI :
Para diver (penyelam) yang tentu pernah melihat sebentuk jalan setapak di bawah laut utara Pulau Bimini di Kepulauan Bahama. Banyak orang berpendapat jalan setapak itu dibuat oleh alam. Namun penataan batu jalan itu menimbulkan pertanyaan lanjutan karena terlalu “rapi”. Beberapa ahli menduga jalan itu adalah bagian dari Kota Atlantis (seperti yang ditulis oleh Plato beberapa abad silam). Dan Jalan Bimini masih menjadi pertanyaan : apakah jalan itu dibuat alam atau manusia? Siapa pembuatnya?

3. BOLA CAHAYA MARFA :
Disebut juga “Bola Cahaya Hantu”. Pertama kali terlihat tahun 1880 di sebelah barat kota Marfa, Texas. Cahaya itu dideskripsikan sebesar bola basket, melayang dengan ketinggian pundak manusia. Biasanya berwarna putih, kuning, orange, merah, dan kadang-kadang biru atau hijau. Bola-bola itu biasa terbang mengelilingi daerah tertentu, kemudian menghilang dengan sendirinya. Hingga hari ini, cahaya itu masih sering tampak.

4. MISTERI HILANGNYA JIMMY HOFFA :
Dikenal sebagai Pimpinan Buruh Amerika yang paling berpengaruh di tahun 1950 – 1960, Jimmy Hoffa adalah figur yang telah mengubah wajah dunia perburuhan Amerika. Tanggal 30 Juli 1975, Hoffa menghilang di tempat parkir Detroit dan tidak pernah ditemukan lagi. Salah satu teori yang diyakini adalah Hoffa dibunuh oleh Anthony Jack Giacalone, seorang pimpinan geng New Jersey. Mayat Hoffa disebutkan dikubur di bawah fondasi stadion The Giants, Detroit. Ketika dilakukan penggalian di fondasi stadion tersebut, mayat Hoffa tidak ditemukan.

5. MOTHMAN :
Mothman adalah salah satu urban legend yang cukup terkenal di daerah Virginia. Mothman digambarkan adalah mahluk bersayap dan setinggi manusia, bermata merah, kadang muncul tanpa kepala dan mata merahnya ada di dada. Pertama kali ditemukan di daerah perkuburan di Virginia tahun 1926.

6. JACK THE RIPPER :

Terkenal sebagai pembunuh misterius di tahun 1888, identitas Jack The Ripper hingga hari ini tidak pernah terungkap. Korbannya adalah wanita tuna susila yang dibunuh dengan cara mutilasi yang cukup handal dan sempurna, membuat para polisi berpikir Jack adalah seorang dokter bedah. Walau sudah banyak buku, film, dan teori yang dipublikasikan, identitas Jack The Ripper tetap misterius dan belum ada satu pun bukti yang bisa menjelaskan jati diri sebenarnya.

7. THE BABUSHKA LADY :
Jika Anda pernah menyaksikan rekaman pembunuhan Presiden John F. Kennedy di Dallas tahun 1963, perhatikan di sudut kanan rekaman itu. Ada seorang wanita berkerudung babushka (selendang buatan Rusia) yang tampak merekam kejadian. Anehnya, wanita itu tidak pernah ditemukan. Pihak FBI telah meminta wanita itu untuk menyerahkan rekaman itu demi membantu FBI menemukan pembunuh Presiden Amerika. Namun wanita itu tidak pernah muncul. Siapakah dia? Bagaimana dia bisa berdiri begitu dekat dengan mobil Presiden?

8. ZODIAC KILLER :
Salah satu pembunuh paling cerdas yang tidak pernah tertangkap hingga hari ini adalah Zodiac Killer. Tahun 1960, Zodiac Killer melakukan usaha pembunuhan terhadap 7 orang di California Utara. Lima korbannya meninggal, dan dua terluka parah. Awalnya, polisi kesulitan mencari jati diri pembunuh. Sebulan setelah pembunuhan pertama, sang pembunuh mengirimkan surat kepada polisi dan mengklaim dirinya bernama Zodiac Killer, serta menantang polisi untuk menangkapnya.
Setelah aksi pembunuhan ke-7, Zodiac Killer tiba-tiba lenyap.

9. OGOPOGO :
Mahluk yang mirip dengan Nessy (berleher panjang, bertubuh besar, dan berkepala seperti kadal) ini adalah mahluk misterius yang muncul di Sungai Okanagan, Canada. Banyak saksi yang berhasil merekam foto mahluk ini. Namun tidak seorang pun yang berhasil menangkapnya. Mahluk yang juga dikenal dengan nama Naitaka ini kini menjadi maskot Taman Keilowa, Canada. Dan hingga hari ini, misteri ini tidak pernah diungkapkan.

Pengalaman Seorang Pramugari

Ada seorang pramugari dari China Airline, baru beberapa tahun bergabung dengan perusahaan penerbangan, hari hari di isi dengan membantu penumpang dan ia merasakan hal ini biasa-biasa saja.

Pada tanggal 7 Juni yang lalu saya menjumpai suatu pengalaman yang membuat perubahan pandangan saya terhadap pekerjaan maupun hidup saya.
Hari ini jadwal perjalanan kami adalah dari Shanghai menuju Peking, penumpang sangat penuh pada hari ini.

Diantara penumpang saya melihat seorang kakek dari desa, merangkul sebuah karung tua dan terlihat jelas sekali gaya desanya, pada saat itu saya yang berdiri dipintu pesawat menyambut penumpang kesan pertama dari pikiran saya ialah zaman sekarang sungguh sudah maju seorang dari desa sudah mempunyai uang untuk naik pesawat. Ketika pesawat sudah terbang, kami mulai menyajikan minuman, ketika melewati baris ke 20, saya melihat kembali kakek tua tersebut, dia duduk dengan tegak dan kaku ditempat duduknya dengan memangku karung tua bagaikan patung.

Kami menanyakannya mau minum apa, dengan terkejut dia melambaikan tangan menolak, kami hendak membantunya meletakan karung tua diatas bagasi tempat duduk juga ditolak olehnya, lalu kami membiarkannya duduk dengan tenang, menjelang pembagian makanan kami melihat dia duduk dengan tegang ditempat duduknya, kami menawarkan makanan juga ditolak olehnya.

Akhirnya kepala pramugari dengan akrab bertanya kepadanya apakah dia sakit, dengan suara kecil dia mejawab bahwa dia hendak ke toilet tetapi dia takut apakah dipesawat boleh bergerak sembarangan, takut merusak barang didalam pesawat.

Kami menjelaskan kepadanya bahwa dia boleh bergerak sesuka hatinya dan menyuruh seorang pramugara mengantar dia ke toilet, pada saat menyajikan minuman yang kedua kali, kami melihat dia melirik ke penumpang disebelahnya dan menelan ludah, dengan tidak menanyakannya kami meletakan segelas minuman teh dimeja dia, ternyata gerakan kami mengejutkannya, dengan terkejut dia mengatakan tidak usah, tidak usah, kami mengatakan engkau sudah haus minumlah, pada saat ini dengan spontan dari sakunya dikeluarkan segenggam uang logam yang disodorkan kepada kami, kami menjelaskan kepadanya minumannya gratis, dia tidak percaya, katanya saat dia dalam perjalanan menuju bandara, merasa haus dan meminta air kepada penjual makanan dipinggir jalan dia tidak diladeni malah diusir. Pada saat itu kami mengetahui demi menghemat biaya perjalanan dari desa dia berjalan kaki sampai mendekati bandara baru naik mobil, karena uang yang dibawa sangat sedikit, hanya dapat meminta minunam kepada penjual makanan dipinggir jalan itupun kebanyakan ditolak dan dianggap sebagai pengemis.

Setelah kami membujuk dia terakhir dia percaya dan duduk dengan tenang meminum secangkir teh, kami menawarkan makanan tetapi ditolak olehnya.

Dia menceritakan bahwa dia mempunyai dua orang putra yang sangat baik, putra sulung sudah bekerja di kota dan yang bungsu sedang kuliah ditingkat tiga di Peking. anak sulung yang bekerja di kota menjemput kedua orang tuanya untuk tinggal bersama di kota tetapi kedua orang tua tersebut tidak biasa tinggal dikota akhirnya pindah kembali ke desa, sekali ini orang tua tersebut hendak menjenguk putra bungsunya di Peking, anak sulungnya tidak tega orang tua tersebut naik mobil begitu jauh, sehingga membeli tiket pesawat dan menawarkan menemani bapaknya bersama-sama ke Peking, tetapi ditolak olehnya karena dianggap terlalu boros dan tiket pesawat sangat mahal dia bersikeras dapat pergi sendiri akhirnya dengan terpaksa disetujui anaknya.

Dengan merangkul sekarung penuh ubi kering yang disukai anak bungsunya, ketika melewati pemeriksaan keamanan dibandara, dia disuruh menitipkan karung tersebut ditempat bagasi tetapi dia bersikeras membawa sendiri, katanya jika ditaruh ditempat bagasi ubi tersebut akan hancur dan anaknya tidak suka makan ubi yang sudah hancur, akhirnya kami membujuknya meletakan karung tersebut di atas bagasi tempat duduk, akhirnya dia bersedia dengan hati-hati dia meletakan karung tersebut.

Saat dalam penerbangan kami terus menambah minuman untuknya, dia selalu membalas dengan ucapan terima kasih yang tulus, tetapi dia tetap tidak mau makan, meskipun kami mengetahui sesungguhnya dia sudah sangat lapar, saat pesawat hendak mendarat dengan suara kecil dia menanyakan saya apakah ada kantongan kecil? dan meminta saya meletakan makanannya di kantong tersebut. Dia mengatakan bahwa dia belum pernah melihat makanan yang begitu enak, dia ingin membawa makanan tersebut untuk anaknya, kami semua sangat kaget.

Menurut kami yang setiap hari melihat makanan yang begitu biasa dimata seorang desa menjadi begitu berharga.

Dengan menahan lapar disisihkan makanan tersebut demi anaknya, dengan terharu kami mengumpulkan makanan yang masih tersisa yang belum kami bagikan kepada penumpang ditaruh didalam suatu kantongan yang akan kami berikan kepada kakek tersebut, tetapi diluar dugaan dia menolak pemberian kami, dia hanya menghendaki bagian dia yang belum dimakan tidak menghendaki yang bukan miliknya sendiri, perbuatan yang tulus tersebut benar-benar membuat saya terharu dan menjadi pelajaran berharga bagi saya.

Sebenarnya kami menganggap semua hal tersebut sudah berlalu, tetapi siapa menduga pada saat semua penumpang sudah turun dari pesawat, dia yang terakhir berada di pesawat. Kami membantunya keluar dari pintu pesawat, sebelum keluar dia melakukan sesuatu hal yang sangat tidak bisa saya lupakan seumur hidup saya, yaitu dia berlutut dan menyembah kami, mengucapkan terima kasih dengan bertubi-tubi, dia mengatakan bahwa kami semua adalah orang yang paling baik yang dijumpai, kami di desa hanya makan sehari sekali dan tidak pernah meminum air yang begitu manis dan makanan yang begitu enak, hari ini kalian tidak memandang hina terhadap saya dan meladeni saya dengan sangat baik, saya tidak tahu bagaimana mengucapkan terima kasih kepada kalian.

Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian, dengan menyembah dan menangis dia mengucapkan perkataannya. Kami semua dengan terharu memapahnya dan menyuruh seseorang anggota yang bekerja dilapangan membantunya keluar dari lapangan terbang.

Selama 5 tahun bekerja sebagai pramugari, beragam-ragam penumpang sudah saya jumpai, yang banyak tingkah, yang cerewet dan lain-lain, tetapi belum pernah menjumpai orang yang menyembah kami, kami hanya menjalankan tugas kami dengan rutin dan tidak ada keistimewaan yang kami berikan, hanya menyajikan minuman dan makanan, tetapi kakek tua yang berumur 70 tahun tersebut sampai menyembah kami mengucapkan terima kasih, sambil merangkul karung tua yang berisi ubi kering dan menahan lapar menyisihkan makanannya untuk anak tercinta, dan tidak bersedia menerima makanan yang bukan bagiannya, perbuatan tersebut membuat saya sangat terharu dan menjadi pengalaman yang sangat berharga buat saya dimasa datang yaitu jangan memandang orang dari penampilan luar tetapi harus tetap menghargai setiap orang dan mensyukuri apa yang kita dapat.

True Story Los Felidas Part 2

Dua hari lewat tanpa kabar. Pada hari ketiga, pukul 18:00 senja, mereka menerima telepon dari salah seorang staff mereka. “Tuhan maha kasih, Nyonya, kalau memang Tuhan mengijinkan, kami mungkin telah menemukan ibu Nyonya. Hanya cepat sedikit, waktunya mungkin tidak banyak lagi.” Mobil mereka memasuki sebuah jalanan yang sepi, dipinggiran kota yang kumuh dan banyak angin. Rumah-rumah di sepanjang jalan itu tua-tua dan kusam. Satu, dua anak kecil tanpa baju bermain-main ditepi jalan. Dari jalanan pertama, mobil berbelok lagi kejalanan yang lebih kecil , kemudian masih belok lagi kejalanan berikutnya yang lebih kecil lagi. Semakin lama mereka masuk dalam lingkungan yang semakin menunjukkan kemiskinan.

Tubuh Serrrafona gemetar, ia seolah bisa mendengar panggilan itu. “Lekas, Serrafonna, mama menunggumu, sayang”. Ia mulai berdoa “Tuhan, beri saya setahun untuk melayani mama. Saya akan melakukan apa saja”. Ketika mobil berbelok memasuki jalan yang lebih kecil, dan ia bisa membaui kemiskinan yang amat sangat, ia berdoa: “Tuhan beri saya sebulan saja”. Mobil belok lagi kejalanan yang lebih kecil, dan angin yang penuh derita bertiup, berebut masuk melewati celah jendela mobil yang terbuka. Ia mendengar lagi panggilan mamanya, dan ia mulai menangis: “Tuhan, kalau sebulan terlalu banyak, cukup beri kami seminggu untuk saling memanjakan”.

Ketika mereka masuk belokan terakhir, tubuhnya menggigil begitu hebat sehingga Geraldo memeluknya erat-erat. Jalan itu bernama Los Felidas. Panjangnya sekitar 180 meter dan hanya kekumuhan yang tampak dari sisi ke sisi, dari ujung keujung. Di tengah-tengah jalan itu, di depan puing – puing sebuah toko, tampak onggokan sampah dan kantong – kantong plastik, dan ditengah-tengahnya, terbaring seorang wanita tua dengan pakaian sehitam jelaga, tidak bergerak-gerak. Mobil mereka berhenti diantara 4 mobil mewah lainnya dan 3 mobil polisi. Di belakang mereka sebuah ambulans berhenti, diikuti empat mobil rumah sakit lain. Dari kanan kiri muncul pengemis-pengemis yang segera memenuhi tempat itu. “Belum bergerak dari tadi.” Lapor salah seorang. Pandangan Serrafona gelap tapi ia menguatkan dirinya untuk meraih kesadarannya dan turun. Suaminya dengan sigap sudah meloncat keluar, memburu ibu mertuanya. “Serrafona, kemari cepat! Ibumu masih hidup, tapi kau harus menguatkan hatimu.”

Serrafona memandang tembok dihadapannya, dan ingat saat ia menyandarkan kepalanya ke situ. Ia memandang lantai di kakinya dan ingat ketika ia belajar berjalan. Ia membaui bau jalanan yang busuk, tapi mengingatkannya pada masa kecilnya. Air matanya mengalir keluar ketika ia melihat suaminya menyuntikkan sesuatu ke tangan wanita yang terbaring itu dan memberinya isyarat untuk mendekat. “Tuhan”, ia meminta dengan seluruh jiwa raganya, “beri kami sehari, Tuhan, biarlah saya membiarkan mama mendekap saya dan memberitahunya bahwa selama 25 tahun ini hidup saya amat bahagia. Jadi mama tidak menyia-nyiakan saya”. Ia berlutut dan meraih kepala wanita itu kedadanya. Wanita tua itu perlahan membuka matanya dan memandang keliling, ke arah kerumunan orang-orang berbaju mewah dan perlente, ke arah mobil-mobil yang mengkilat dan ke arah wajah penuh air mata yang tampak seperti wajahnya sendiri ketika ia masih muda. “Mama….”, ia mendengar suara itu, dan ia tahu bahwa apa yang ditunggunya tiap malam – antara waras dan tidak – dan tiap hari – antara sadar dan tidak – kini menjadi kenyataan. Ia tersenyum, dan dengan seluruh kekuatannya menarik lagi jiwanya yang akan lepas. Perlahan ia membuka genggaman tangannya, tampak sebentuk anting-anting yang sudah menghitam.

Serrafona mengangguk, dan tanpa perduli sekelilingnya ia berbaring di atas jalanan itu dan merebahkan kepalanya di dada mamanya. “Mama, saya tinggal di istana dan makan enak tiap hari. Mama jangan pergi dulu. Apapun yang mama mau bisa kita lakukan bersama-sama. Mama ingin makan, ingin tidur, ingin bertamasya, apapun bisa kita bicarakan. Mama jangan pergi dulu… Mama…” Ketika telinganya menangkap detak jantung yang melemah, ia berdoa lagi kepada Tuhan: “Tuhan maha pengasih dan pemberi, Tuhan….. satu jam saja…. …satu jam saja…..” Tapi dada yang didengarnya kini sunyi, sesunyi senja dan puluhan orang yang membisu. Hanya senyum itu, yang menandakan bahwa penantiannya selama seperempat abad tidak berakhir sia-sia.

Tamat.

Siapa yang tahu kapan akan mati, sang kakek tau..!!

Cerita ini kisah nyata, saya dapatkan ketika saya berkunjung kerumah seorang nenek yang telah menjadi janda karena ditinggal pergi untuk selamanya oleh suaminya yang seorang kakek2.. dan saya ingin menceritakan kalau kakek inilah yang tahu kapan dia akan mati… mengejutkan memang.. tapi ini benar2 terjadi.. 3 hari hari sebelum kematiannya sang kakek tengah bersiap untuk membuat rumah “masa depan” nya..

Ceritanya begini..

Siang itu sang kakek mendapatkan dana bantuan langsung dari pemerintah… dan tengah berbincang2 dengan sang nenek, “ngeneki aku entok duwit 200 ewu kenek tak tukokno mori..” [kayak begini aku dapat uang 200ribu bisa aku belikan kain mori (kain kafan) ] sang nenek langsung terperanjat.. “mbah ngomong opo ngono iku..” [mbah ngomong apa itu] sang kakek menjawab lagi.. “lha kowe ki piye to, yo di enggo kemulan toh nek pe turu..” [lha kamu bagaimana toh.. ya dibuat selimut kalau mau tidur..] sang nenek tidak marasa curiga dengan kata2 kakek yang seperti itu, nenek menyangka kalau kakek hanya ingin membeli selimut baru..

2 hari sebelum kematian kakek, sang kakek berjalan2… berkeliling desa, kakek tua ini merasa aneh.. karena tidak ada yang menyapa dia saat berjalan, tidak seperti biasanya.. semua orang hanya diam saja.. terus berjalan… hingga akhirnya sampai pada tempat tujuan.. yaitu tempat pemakaman umum.. sang kakek berjalan2 terus.. mengitari pemakaman.. apa yang dia lakukan, yaitu melihat2 mana tempat yang masih kosong untuknya.. sampe puas melihat2 sang terus berbalik untuk ke tempat anaknya.. tidak seperti biasanya.. sang ayah [red:kakek] langsung pergi untuk mencari kayu.. sang anak heran.. kenapa bapak tidak duduk2 dahulu.. tidak merisaukan itu sang anak melihat apa yang dilakukan sang bapak.. sang kakek sedang memilah2 kayu.. sang anak tidak curiga.. tetapi berbeda dengan biasanya sang kakek langsung membuat penutup atasan kuburan.. sang anak terus bertanya.. “pak, sampean gawe opo.. opo enek wong mati ta pak??” [pak, bapak buat apa? apa ada yang meninggal kah pak??] sang kakek menjawab.. “ora onok sopo2 le.. iki kanggo omah2an’e bapak dewe” [tidak ada siapa2 nak, ini untuk rumah [red:kuburan] bapak sendiri] sang anak kontan lemas.. “bapak ngomong opo toh..?” [bapak ngomong apa sih??] sang kakek cuma tersenyum dengan senyum khas-nya…

sepulang dari rumah sang nenek terus menangis.. sang kakek berusaha menenangkan sang nenek, sang nenek berangsung tenang.. tetapi sang nenek kembali menangis sampe akhirnya kakek menceritakan perjalanannya.. sang nenek menangis kembali..

1 hari sebelum kepergian sang kakek.. sang kakek memberitahukan sang nenek kalau mau tidur harus mencari tempat yang kuat, karena rumah yang mereka tempati sudah sangat rapuh.. sang kakek takut kalau nenek tertimpa reruntuhan rumah kalau suatu saat rumah itu roboh..

ni hari terakhir sang kakek, kakek tidak mau merepotkan sang nenek.. sang kakek mengerjakan semua pekerjaannya, disaat terakhirpun sang kakek tidak merasa kelelahan.. dia tertidur di tempat tidur dengn nyaman.. sebelum pergi sang kakek meminta sang nenek memasak masakan kesukaannya… tapi naas.. sebelum masakannya matang, sang kakek telah pergi.. untuk selamanya..

Inilah bukti kalau seorang manusia ada yang tau kapan dia meninggal.. ini bukanlah rekayasa.. tapi ini bukti kalau manusia ada yang tahu kapan dia meninggal… wallahu alam..!!

Ditulis dalam kisahku. Tag: , . 2 Comments »

Jodoh / Takdir?

Ada satu pasang suami istri sudah menikah 3thn, tidak di karuniai anak ternyata suaminya mandul
Lalu Suami suruh istrinya ambil bibit dari sebuah RS agar bisa hamil dan punya anak,
setelah itu hamil lah sang istri ..

Singkat cerita, saat anak berumur 7 thn, Papa nya meninggal …
Ditahun ke 2 setelah kematian sang suami, istri kenalan dgn seorang pria dan menikah
Suatu hari si Anak yang kini berumur 9 thn kecelakaan dan butuh darah
Dan krn memiliki golongan darah yang sama si Papa Baru berniat mendonorkan darahnya ke anak tsb
saat diambil dan di cek, dokter ini kaget mengatakan bahwa 99,99% bahwa mereka ini bapak dan anak

Informasi ini terdengar oleh sang Nene dari Papa yang telah meninggal, dan menuduh mantu nya selingkuh
dan kasus dibawa ke pengadilan oleh nenek

namun Mantu mengatakan selama dia menikah tidak pernah selingkuh, dan tidak pernah keluar rumah dan berpergian jauh
dan mantu mengatakan bahwa dia berkenalan dengan suami yang sekarang ini baru 2thn dan itu pun dia berkenalan di kota lain yang cukup jauh dari kota yang dia tinggali sekarang. Dan dia jadi menceritakan bahwa anak yang dimiliki ini adalah hasil dari proses bibit yang diminta dari sebuah Rumah Sakit yang diminta oleh suami yang telah meninggal tsb.

Dan si Suami baru pun, mengatakan bahwa dia baru kenal dgn istri nya ini 2 thn saja, dan tidak mungkin bisa mempunyai seorang anak berusia 9thn

Pengadilan dari kisruh … karena ini kasus aneh, dan beruntung pengacara suami istri ini menyelidiki dengan saat cermat, sehingga terkuak lah permasalahan yagn sebenarnya ternyata 9 thn yang lalu Suami yagn skrng pernha mendonorkan spermanya di sebuah lembaga dan suatu kebetulan yang mendapat sperma nya adalah wanita yang kini menjadi istrinya skrng.

akhirnya pihak RS tempat istri memperoleh sperma tersebut dilibatkan dalam pengadilan keluarga ini, dari data yang diperoleh (akhirnya, karena Pihak RS harus merahasiakan data sang Donor, namun karena masalah krusial dan kesaksian dari RS hanya diberikan kepada yang berkepentingan saja) bahwa benar Sperma yang diperoleh adalah dari Pria tersebut …

Akhir nya pengadilan memutuskan istri tidak bersalah, dan sang nene menerima kenyataan tersebut bahwa menantunya tidak bersalah ini hanya kebetulan semata ..

Ada kesimpulan yang menarik dari cerita ini :
Jodoh (Karma) yang mempertemukan mereka sehingga dapat bersatu, dan sang anak mengetahui ayah biologis nya.

kalo keren kasih komentar ya teman2.. inilah jodoh+takdir

Ditulis dalam kisahku. Tag: , . 1 Comment »

[KISAH NYATA] Hidup Bukanlah VCD Player

Seorang pria membawa pulang truk baru kebanggaannya, kemudian ia meninggalkan truk tersebut sejenak untuk melakukan kegiatan lain.

Anak lelakinya yang berumur 3 tahun sangat gembira melihat ada truk baru, ia memukul-mukulkan palu ke truk baru tersebut. Akibatnya truk baru tersebut penyok dan catnya tergores.

Pria tersebut berlari menghampiri anaknya dan memukulnya, memukul tangan anaknya dengan palu sebagai hukuman. Setelah sang ayah tenang kembali, dia segera membawa anaknya ke rumah sakit. Walaupun dokter telah mencoba segala usaha untuk menyelamatkan jari-jari anak yang hancur tersebut, tetapi ia tetap gagal. Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan amputasi semua jari pada kedua tangan anak kecil tersebut.

Ketika anak kecil itu sadar dari operasi amputasi dan jarinya telah tidak ada dan dibungkus perban, dengan polos ia berkata, “Papa, aku minta maaf tentang trukmu.” Kemudian, ia bertanya, “tetapi kapan jari- jariku akan tumbuh kembali?”

Ayahnya pulang ke rumah dan melakukan bunuh diri.

Renungkan cerita di atas! Berpikirlah dahulu sebelum kau kehilangan kesabaran kepada seseorang yang kau cintai. Truk dapat diperbaiki. Tulang yang hancur dan hati yang disakiti seringkali tidak dapat diperbaiki.

Terlalu sering kita gagal untuk membedakan antara orang dan perbuatannya, kita seringkali lupa bahwa mengampuni lebih besar daripada membalas dendam.

Orang dapat berbuat salah. Tetapi, tindakan yang kita ambil dalam kemarahan akan menghantui kita selamanya.
Tahan, tunda dan pikirkan sebelum mengambil tindakan.
Mengampuni dan melupakan, mengasihi satu dengan lainnya.
Ingatlah, jika kau menghakimi orang, kau tidak akan ada waktu untuk mencintainya

Waktu tidak dapat kembali….
Hidup bukanlah sebuah VCD PLAYER, yang dapat di backward dan Forward………
HIDUP hanya ada tombol PLAY dan STOP saja….
Jangan sampai kita melakukan kesalahan yang dapat membayangi kehidupan kita kelak………

sedih banget bro………