Kisah Tragis Dibalik ledakan Gunung Krakatau

Ilustrasi Gunung Krakatau

Ilustrasi Gunung Krakatau

20 Mei 1883
Awal mula Ledakan dimulai dari Sebuah kolom abu dan uap naik 11 km ke langit dari Perboewtan (northmost kawah di Pulau Krakatau tua). Abu jatuh di Sumatera Selatan.
(Betapa Jauhnya gan, Ngeri Banget Tahun 83. Untung Gw lahir Tahun 90’an.)

27 Mei 1883

Masih Belum Meledak, Saat Itu masih Banyak Pelancong yang berkunjung, (tahun 83 udah banyak pelancong yah..) saat itu pelancong setiap lima sampai sepuluh menit terjadi ledakan kecil.

Pertengahan Juni
Bagian atas gunung berapi sudah mulai terjadi ledakan berarti, lahar mulai keluar dari bagian atas gunung.

11 Agustus 1883
Seorang Pengamat pemerintah menginjakkan kaki kawasan gunung krakatau melaporkan bahwa banyak terjadi kebakaran yang menghasilkan abu yang cukup besar untuk menutup semua bagian hutan. Hutan Habis gan! ampun dah..

26 Agustus 1883 | 12:53
Terjadi Ledakan Utama, yang dimulai dengan ledakan besar yang terdengar 155 Km jauhnya di Jakarta ( Batavia ). Kumpulan asap naik ke atas 36KM kelangit selama Empat Jam.
Pada sore dan malam hari ledakan menjadi lebih keras dan lebih jelas lagi, diseluruh jawa bagian Barat.

27 Agustus 1883
Ledakan berarti terjadi pada jam 06:36, 09:58, 10:45, saat itu suhu menjadi turun drastis antara 18 Cº sampai 27 Cº.
Mulai pagi tsunami yang menerjang setinggi 30 M, yang menghantam pantai-pantai jawa dan sumatra, yang kemudian menewaskan 36.000 Orang. Ini adalah bencana terdahsyat waktu itu.
pada jam 12:30 tsunami menerjang lagi dengan ketinggian 2 M.

Efek dari letusan :
– Ledakan terdengar sejauh 4.653 Km Jauhnya di pulau Rodrigez di Samudra Hindia.
– Asap debu ledakan gunung krakatau sampai pada Auckland, 7.767 Km dari Pusat Ledakan.
– Sebuah Batu Apung melayang ke Durban, Afrika Selatan pada bulan september 1884. satu tahun setelah ledakan ( agak gak masuk akal ya gan, kemana batu itu, melayang²…)
– Pulau Krakatau Hancur, Pulau Jawa dan Sumatra Terpisah, Hanya bagian Selatan Rakata Tetap utuh.
– Dua Pulau kecil terbentuk dari batu apung, namun keduanya hilang terkikis oleh ombak.

Result :
Total Korban Jiwa 36.417
Penyebab Kematian :
Tsunami : 32.000-an
Kebakaran : 4.400-an

165 desa Hancur semua, tak bersisa, dan 132 disekitarnya rusak berat.

Kemudian pada tanggal 1927 Lahirlah Anak gunung krakatau, kelak kisah apa lagi yang akan terjadi. kita tak akan mengerti.

Kenapa Babi dan Kera Haram, And Other Beast Animal – part 2

Hormon dalam daging Babi

Sebagian umat Kristen tidak mengetahui bahwa tidak hanya babi (termasuk babi hutan) yang dilarang untuk umat Islam, selain babi sebenarnya hewan yang dilarang dimakan juga adalah anjing, buaya, harimau, kucing., dan berbagai binatang buas lainnya (fredator).

Pernah seorang Kristen bertanya kepada penulis, kenapa umat Islam dilarang memakan anjing dan babi? Padahal bukankan Tuhan menciptakan semua itu untuk dinikmati oleh manusia (termasuk untuk dimakan). Apalagi daging anjing dan babi itu termasuk lezat dan nikmat (menurut pengakuan mereka yang biasa memakannya kepada penulis).

Pertanyaan ini bila kita jawab secara dogmatis, mungkin kita bilang karena Allah melarang umat Islam memakannya, maka kita diharamkan untuk memakannya titik.

Tentu jawaban seperti itu tidak masuk diakal umat Kristen dan umat Non Islam lainnya.

Apakah dilarangnya babi, karena binatang tersebut dikatakan kotor atau najis sehingga dilarang dimakan? Jawaban itupun akan mereka bantah karena bukankah ikan lele juga kotor, suka makan kotoran manusia).
Alasan lain yang sering dilontarkan oleh umat Islam berkaitan dengan dilarangnya makan babi karena daging babi mengandung cacing pita (tanea solium).
Cacing pita tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan manusia,. Cacing pita bila dimasak akan hancur/mati, tetapi telurnya berupa vulva baru dapat hancur setelah direbut di atas 140 derajat celsius, Bila kita merebus daging dengan demikian lalu jadi apa daging babi tersebut, kalau tidak jadi arang/gosong).
Tetapi jawaban ini pun akan dapat dibantah oleh umat Kristen dengan alasan kalau sebenarnya sapi juga mengandung cacing pita (tanea saginata) bahkan sapi juga mengandung penyakit mulut dan kuku, sapi gila (mad cow disease), antrax dan lain-lain.
Kalau cuma alasannya cuma cacing pita, logikanya daging sapi tentunya lebih berbahaya (lebih berisiko) daripada daging babi?
Belum terjawab masalah babi, penulis bertanya-tanya pula kenapa Allah melarang umat Islam memakan darah padahal darah kaya protein?
Ternyata darah hewan, sebenarnya hanyalah sampah bila dimakan manusia. Mengapa dikatakan sampah, sebab protein yang terdapat di dalam darah bila dimakan tidak dapat diserap oleh tubuh manusia bahkan berisiko tertular antrak;
Masalah darah telah terpecahkan, lalu mengapa Allah mengharamkan binatang-binatang yang mejijikkan, binatang buas, anjing, dan babi.
Ada apa dibalik “misteri” Allah melarang umat Islam memakan darah, bangkai dan daging babi (termasuk babi hutan) dan binantang buas lainnya. Hal ini telah lama menjadi beban pikiran penulis.
Allah, Maha Mengetahui segala sesuatu yang tidak diketahui oleh manusia, Ia juga Maha Pengasih dan Penyayang? Kalau demikian, mengapa Allah melarang Umat Islam memakan binatang-binatang yang mejijikkan, binatang buas, anjing, dan babi tersebut.
Apakah Allah telah menghukum Umat Islam sebagaimana ia pernah melarang umat Yahudi (Bani Israel) memakan hewan berkuku tunggal, lemak sapi dan domba?

Apakah Allah tidak menyayangi umat islam? Ibarat seorang anak yang meminta uang untuk membeli sepeda motor (sedang anak tersebut masih di kelas VI SD), tetapi si anak tidak diberikan uang tersebut (karena Ayahnya mempertimbangan usia si anak masih kecil, dan berbahaya naik sepeda motor), tetapi si anak tidak tahu pertimbangan ayahnya tersebut, dan bagi si anak akan menuduh Ayahnya pelit dan tidak adil dan tidak menyayanginya.

Mengapa Allah melarang umat Islam meminum alkohol, mengapa Allah melarang berzina, makan riba (bunga uang), makan daging babi dan berbagai larangan lainnya, Apakah Allah tidak adil terhadap umat islam?

Demikian berat larangan yang harus dibebankan kepada umat Islam. Belum lagi perintahNya harus berpuasa, harus shalat 5 kali sehari semalaman, membayar zakat, naik haji dan sebagainya yang “mungkin” bagi umat Non Islam dianggap sangat berat.
Sehingga dunia ini bagi orang Mukmin bila diandaikan adalah bagaikan neraka (sebab harus bersabar) sedangkan bagi orang kafir adalah surga. Dikaitkan dengan hal tersebut Allah telah menghibur Nabi Muhammad dan umatnya dalam Al Quran:

“Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan”

“Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Neraka Jahannam; dan Jahanam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya” (QS 3:196-197)

Dibalik semua larangan tersebut kata kuncinya hanya satu bahwa “Allah melarang sesuatu kepada umat-Nya tentunya karena mudharatnya (kerugiannya) lebih besar dari manfaat yang akan diperoleh” oleh umat Islam bila tidak mematuhi larangan tersebut.

Penelitian terakhir telah menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara perilaku seseorang dengan makanan yang biasa dimakan (dikonsumsi) seseorang. Hal ini berkaitan erat dengan hormon yang terdapat dalam daging atau makanan tersebut.
Kalau binatang yang biasa dimakan oleh seseorang tersebut adalah binatang buas (harimau, anjing, buaya), maka hormon yang terdapat pada hewan-hewan tersebut akan diserap oleh tubuhnya dan ia juga akan menjadi lebih agresif, ganas, dan suka membunuh.
Demikian pula bila dia suka memakan daging babi, maka bagaimanakah perilaku binatang babi yang memakan segalanya (omnifora), babi tidak sama dengan ikan lele, memang babi sama dengan ikan lele suka makan kotoran manusia.
Tetapi lihatlah sifat babi, babi adalah binantang yang agresif (suka menyerang) dan rakus. Selain itu adalah masalah seks, tidak usah dibilang. Babi terkenal mempunyai napsu seks yang tinggi (hiper) sehingga tidak mengherankan babi paling cepat beranak dan berkembang biak.
Masih banyak lagi sifat-sifat buruk babi yang perlu diteliti. Apakah jenis-jenis binatang herbifora (pemakan tumbuhan) seperti sapi, kambing dan unta bersifat agresif suka menyerang binatang lain (buruannya). Ternyata tidak, mereka adalah binatang sosial yang suka berkelompok mereka tidak pernah membunuh hewan lain (fredator) hanya untuk dimakan.

Sifat agresif tersebut akan tertanam dalam diri orang-orang yang suka makan binatang buas, babi dan anjing. Dalam bentuk suka berperang suka membunuh orang lain untuk memenuhi hawa nafsunya (sifat ini melekat kepada bangsa-bangsa yang suka menjajah dengan mengembangkan faham imperialisme dan kolonialisme) siapa mereka? NACH INI MEMANG SIFAT ORANG YAHUDI? (JADI SEKALI LAGI BISA JADI ANDA TERMAKAN BABI KETURUNAN YAHUDI YANG DIKUTUK ALLAH, udah dech jangan dimakan…daripada menanggung resiko)

Bangsa yang terkenal sebagai imperalis, kapitalis dan kolonialis adalah Amerika, Italia, Inggris, Perancis, Belanda, Spanyol, China, dan Jepang (apakah mereka beragama Islam atau Muslim?) Mereka adalah orang-orang yang suka memakan daging babi dan anjing. (tidak mengharamkannya)

Dengan demikian penulis baru menemukan korelasinya antara perilaku manusia dengan makanan yang mereka makan yaitu sifat agresif, rakus, haus seks dan individualis apa pada hewan-hewan yang dilarang Allah untuk memakannya (Maha Suci Allah, Subhanallah!).

Hukum Menabur dan Memanen!!

Teman teman ada sedikit cerita nich.. sapa meminta teladan dari sini.. ayo.. membaca…!!!

Pada suatu hari seorang pemuda sedang berjalan di tengah hutan, tiba-tiba ia mendengar jeritan minta tolong. Ternyata ia melihat seorang pemuda sebaya dengan dia sedang bergumul dengan lumpur yang mengambang, semakin bergerak malah semakin dalam ia terperosok. Pemuda yang pertama tadi hendak sekuat tenaga memberikan pertolongannya, dengan susah payah pemuda yang terperosok itu dapat di selamatkan. Pemuda yang pertama memapah pemuda yang terperosok ini pulang ke rumahnya.

Ternyata rumah si pemuda kedua sangat bagus, besar, megah, dan mewah… Ayah pemuda ini sangat beterima kasih atas pertolongan yang diberikan kepada anaknya, dan hendak memberikan uang, pemuda yang pertama ini menolak pemberian tersebut. Ia berkata bahwa sudah selayaknya sesama manusia menolong orang lain yang dalam kesusahan. Sejak kejadian ini mereka menjalin persahabatan.

Si pemuda pertama adalah seorang yang miskin, sedangkan si pemuda kedua adalah bangsawan yang kaya raya. Si pemuda yang miskin ini mempunyai cita – cita untuk menjadi dokter, namun ia tidak mempunyai biaya untuk kuliah. Tetapi, ada seorang yang murah hati, yaitu ayah dari pemuda bangsawan itu. Ia memberi beasiswa sampai akhirnya meraih gelar dokter.

Tahukah saudara nama pemuda miskin yang jadi dokter ini?
Namanya ALEXANDER FLEMING yang kemudian menemukan obat Penisilin. Si pemuda bangsawan masuk dinas militer dan dalam suatu tugas ke medan perang, ia terluka parah sehinga (roghuzshy.wordpress.com)menyebabkan demam yang sangat tingi karena infeksi. Pada waktu itu belum ada obat untuk infeksi serupa itu. Para dokter mendengar tentang penisilin penemuan Dr.Fleming dan mereka menyuntik dengan penisilin yang merupakan obat penemuan baru. Apa yang terjadi? berangsur- angsur demam akibat infeksi itu reda dan si pemuda akhirnya sembuh!!!

Tahukah saudara siapa nama pemuda itu? Namanya adalah WINSTON CHURCHIL, PM Inggris yang termasyhur itu. Dalam kisah in kita dapat melihat hukum menabur dan menuai. Fleming menabur kebaikan, ia menuai kebaikan pula. Cita- citanya terkabul, ia menjadi dokter. Fleming menemukan penisilin yang akhirnya menolong jiwa churchil. Tidak sia – sia bukan beasiswa yang diberikan ayah Churchil?

Maho Beach, Legendary Kaskus!

Maho Beach adalah pantai yang terletak di St Maarten di Belanda Antilles, di samping Belanda dari pulau itu. Tempat dikenal di seluruh dunia yang disebabkan oleh Princess Juliana International Airport yang terletak berdekatan langsung ke pantai.

maho beach roghuzshy

maho beach roghuzshy

Orang yang berdiri di pantai juga dapat berkembang ke dalam air karena ledakan dari pesawat jet mengambil dari landasan pacu 09. Pantai juga dapat menggunakan semi-gelombang besar yang membuatnya juga terkenal dengan masyarakat dan melatih windsurfing skimboarding. Memperingatkan pemerintah daerah yang dekat mendekati berangkat pesawat terbang dapat “mengakibatkan cedera serius dan / atau kematian.” Tambahan pagar telah ditambahkan baru-baru ini di belakang 10 landasan untuk mencegah yg tdk mempunyai rasa wisatawan dari gantung ke utama pagar sekitar landasan untuk menjadi “jahanam” oleh mesin pesawat ‘arus.

Pada 2008, ia adalah salah satu dari beberapa tempat di dunia di mana kita dapat melihat pesawat terbang di flightpath mereka hampir saja di luar ujung landasan. Menonton pesawat-pesawat di atas pantai adalah suatu aktivitas yang populer harian kedatangan dan keberangkatan jadwal penerbangan yang ditampilkan pada papan di sebagian besar restoran dan bar.

maho beach roghuzshy

maho beach roghuzshy

Pantai pasir putih itu sendiri dan tidak memiliki sedikit vegetasi karena tiupan jet erosi. The Caravanserai Resort, yang populer Sunset Beach Bar dan restoran / klub malam seperti Bernies Bambu dan kenikmatan berada di dekatnya.

Perlu dicatat bahwa pada tanggal 16 Oktober 2008, di daerah Maho St Maarten menderita langsung tekan dari Hurricane Omar dan menghancurkan Sunset Bar dan Grill sementara juga menghancurkan Bambu Bernies dan Bliss. Membangun kembali usaha sedang berjalan untuk Sunset Bar dan Grill. Omar dikurangi pantai ke boulders, dan rusak di dekatnya Royal Islander Resort yang kini ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut.

salah satu info lagi pada awalnya landasan 10/28 landasan 09/27 yang berubah sebagai akibat dari perubahan geomagnetic sejak awal konstruksi. Perubahan ini terjadi pada tanggal 1 November 2008.

Ditulis dalam InfoQ. Tag: , , , , , . 3 Comments »

Asal Mula Beruang “Teddy Bear”

Suatu hari, Presiden Theodore Roosevelt pergi berburu. Seekor beruang tertangkap dan diikat agar presiden dapat menembaknya, namun Presiden Roosevelt tidak mau membunuh beruang itu. Kisah ini menjadi terkenal ketika dilaporkan di surat kabar dan digambar dalam bentuk kartun.

Seorang laki-laki bernama Morris Michtom memiliki toko permen dan alat-alat tulis. Istrinya yang bernama Rose kadang-kadang membuat boneka beruang kecil yang diletakkan di jendela toko mereka. Morris melihat kartun beruang di koran dan mendapatkan ide. Dia minta istrinya membuat beberapa beruang khusus seperti yang ada dalam gambar kartun itu.

Lalu Morris menulis surat yang ditujukan ke Gedung Putih, menanyakan apakah beruang baru itu boleh diberi nama seperti nama Presiden. Presiden membalas surat itu, “Saya pikir nama saya tidak begitu berharga dalam bisnis beruang, tapi anda boleh saja menggunakannya.”

Maka Morris meletakkan beruang-beruang baru itu di jendela tokonya, di sebelah gambar kartun. Boneka beruang itu dinamai dengan nama panggilan Presiden Roosevelt, Teddy. Dan sampai sekarang boneka beruang tersebut terkenal dengan nama “Teddy Bear”.

Kisah Ketulusan Seorang Gadis Penderita Leukimia!

Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Dua kata terakhir yang ia tinggalkan adalah saya pernah datang dan saya sangat penurut. Anak ini rela melepaskan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dan membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian. Dan dia rela melepaskan pengobatannya.

Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu. Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya. Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12.

Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah. Papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, “saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan”. Kemudian papanya memberikan dia nama Yu Yan.

Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan seorang anak, tidak ada Asi dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh. Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa.

Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah.

Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di sekolahnya diceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya.

Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia. Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia.

Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut. Sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengerluarkan darah dan tidak mau berhenti. Dipahanya mulai bermunculan bintik- bintik merah. Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa. Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan.

Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar 300.000 $. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang kesanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit. Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.

Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus. Dalam hati Yu Yuan merasa sedih. Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, air mata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. “Papa saya ingin mati”. Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, “Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati”. “Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini.”

Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya sendiri. Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: “Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya lihatlah melihat foto ini”. Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dan tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto. Yu Yuan kemudia memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin.

Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita tentang anak yg berumur 8 tahun mengatur pemakamakannya sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng. Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu Negara bahkan sampai keseluruh dunia. Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini”. Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang.

Kesetiaan Seekor Anjing Kepada Tuannya

Mungkin teman² sebelumnya pernah mendengar cerita tentang kesetiaan seekor anjing. kalau mau baca lagi nich ada.. selamat menyimak teman²…

Di Kota Shibuya, Jepang, tepatnya di alun-alun sebelah timur Stasiun Kereta Api Shibuya, terdapat patung yang sangat termasyur. Bukan patung pahlawan ataupun patung selamat datang, melainkan patung seekor anjing. Dibuat oleh Ando Takeshi pada tahun 1935 untuk mengenang kesetiaan seekor anjing kepada tuannya.

Seorang Profesor setengah tua tinggal sendirian di Kota Shibuya. Namanya Profesor Hidesamuro Ueno. Dia hanya ditemani seekor anjing kesayangannya, Hachiko. Begitu akrab hubungan anjing dan tuannya itu sehingga kemanapun pergi Hachiko selalu mengantar. Profesor itu setiap hari berangkat mengajar di universitas selalu menggunakan kereta api.. Hachiko pun setiap hari setia menemani Profesor sampai stasiun. Di stasiun Shibuya ini Hachiko dengan setia menunggui tuannya pulang tanpa beranjak pergi sebelum sang profesor kembali. Dan ketika Profesor Ueno kembali dari mengajar dengan kereta api, dia selalu mendapati Hachiko sudah menunggu dengan setia di stasiun. Begitu setiap hari yang dilakukan Hachiko tanpa pernah bosan.

Musim dingin di Jepang tahun ini begitu parah. Semua tertutup salju. Udara yang dingin menusuk sampai ke tulang sumsum membuat warga kebanyakan enggan ke luar rumah dan lebih memilih tinggal dekat perapian yang hangat.

Pagi itu, seperti biasa sang Profesor berangkat mengajar ke kampus. Dia seorang profesor yang sangat setia pada profesinya. Udara yang sangat dingin tidak membuatnya malas untuk menempuh jarak yang jauh menuju kampus tempat ia mengajar. Usia yang semakin senja dan tubuh yang semakin rapuh juga tidak membuat dia beralasan untuk tetap tinggal di rumah. Begitu juga Hachiko, tumpukan salju yang tebal dimana-mana tidak menyurutkan kesetiaan menemani tuannya berangkat kerja. Dengan jaket tebal dan payung yang terbuka, Profesor Ueno berangkat ke stasun Shibuya bersama Hachiko.
Tempat mengajar Profesor Ueno sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Tapi memang sudah menjadi kesukaan dan kebiasaan Profesor untuk naik kereta setiap berangkat maupun pulang dari universitas.

Kereta api datang tepat waktu. Bunyi gemuruh disertai terompet panjang seakan sedikit menghangatkan stasiun yang penuh dengan orang-orang yang sudah menunggu itu. Seorang awak kereta yang sudah hafal dengan Profesor Ueno segera berteriak akrab ketika kereta berhenti. Ya, hampir semua pegawai stasiun maupun pegawai kereta kenal dengan Profesor Ueno dan anjingnya yang setia itu, Hachiko. Karena memang sudah bertahun-tahun dia menjadi pelanggan setia kendaraan berbahan bakar batu bara itu.

Setelah mengelus dengan kasih sayang kepada anjingnya layaknya dua orang sahabat karib, Profesor naik ke gerbong yang biasa ia tumpangi. Hachiko memandangi dari tepian balkon ke arah menghilangnya profesor dalam kereta, seakan dia ingin mengucapkan, “saya akan menunggu tuan kembali.”

“Anjing manis, jangan pergi ke mana-mana ya, jangan pernah pergi sebelum tuan kamu ini pulang!,” teriak pegawai kereta setengah berkelakar.

Seakan mengerti ucapan itu, Hachiko menyambut dengan suara agak keras, “guukk!”
Tidak berapa lama petugas balkon meniup peluit panjang, pertanda kereta segera berangkat. Hachiko pun tahu arti tiupan peluit panjang itu. Makanya dia seakan-akan bersiap melepas kepergian profesor tuannya dengan gonggongan ringan. Dan didahului semburan asap yang tebal, kereta pun berangkat. Getaran yang agak keras membuat salju-salju yang menempel di dedaunan sekitar stasiun sedikit berjatuhan.

Di kampus, Profesor Ueno selain jadwal mengajar, dia juga ada tugas menyelesaikan penelitian di laboratorium. Karena itu begitu selesai mengajar di kelas, dia segera siap-siap memasuki lab untuk penelitianya. Udara yang sangat dingin di luar menerpa Profesor yang kebetulah lewat koridor kampus.

Tiba-tiba ia merasakan sesak sekali di dadanya. Seorang staf pengajar yang lain yang melihat Profesor Ueno limbung segera memapahnya ke klinik kampus. Berawal dari hal yang sederhana itu, tiba-tiba kampus jadi heboh karena Profesor Ueno pingsan. Dokter yang memeriksanya menyatakan Profesor Ueno menderita penyakit jantung, dan siang itu kambuh. Mereka berusaha menolong dan menyadarkan kembali Profesor. Namun tampaknya usaha mereka sia-sia. Profesor Ueno meninggal dunia.
Segera kerabat Profesor dihubungi. Mereka datang ke kampus dan memutuskan membawa jenazah profesor ke kampung halaman mereka, bukan kembali ke rumah Profesor di Shibuya.

Menjelang malam udara semakin dingin di stasiun Shibuya. Tapi Hachiko tetap bergeming dengan menahan udara dingin dengan perasaan gelisah. Seharusnya Profesor Ueno sudah kembali, pikirnya. Sambil mondar-mandir di sekitar balkon Hachiko mencoba mengusir kegelisahannya. Beberapa orang yang ada di stasiun merasa iba dengan kesetiaan anjing itu. Ada yang mendekat dan mencoba menghiburnya, namun tetap saja tidak bisa menghilangkan kegelisahannya.

Malam pun datang. Stasiun semakin sepi. Hachiko masih menunggu di situ. Untuk menghangatkan badannya dia meringkuk di pojokan salah satu ruang tunggu. Sambil sesekali melompat menuju balkon setiap kali ada kereta datang, mengharap tuannya ada di antara para penumpang yang datang. Tapi selalu saja ia harus kecewa, karena Profesor Ueno tidak pernah datang. Bahkan hingga esoknya, dua hari kemu dian , dan berhari-hari berikutnya dia tidak pernah datang. Namun Hachiko tetap menunggu dan menunggu di stasiun itu, mengharap tuannya kembali. Tubuhnya pun mulai menjadi kurus.

Para pegawai stasiun yang kasihan melihat Hachiko dan penasaran kenapa Profesor Ueno tidak pernah kembali mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Akhirnya didapat kabar bahwa Profesor Ueno telah meninggal dunia, bahkan telah dimakamkan oleh kerabatnya.

Mereka pun berusaha memberi tahu Hachiko bahwa tuannya tak akan pernah kembali lagi dan membujuk agar dia tidak perlu menunggu terus. Tetapi anjing itu seakan tidak percaya, atau tidak peduli. Dia tetap menunggu dan menunggu tuannya di stasiun itu, seakan dia yakin bahwa tuannya pasti akan kembali. Semakin hari tubuhnya semakin kurus kering karena jarang makan.

Akhirnya tersebarlah berita tentang seekor anjing yang setia terus menunggu tuannya walaupun tuannya sudah meninggal. Warga pun banyak yang datang ingin melihatnya. Banyak yang terharu. Bahkan sebagian sempat menitikkan air matanya ketika melihat dengan mata kepala sendiri seekor anjing yang sedang meringkuk di dekat pintu masuk menunggu tuannya yang sebenarnya tidak pernah akan kembali. Mereka yang simpati itu ada yang memberi makanan, susu, bahkan selimut agar tidak kedinginan.

Selama 9 tahun lebih, dia muncul di station setiap harinya pada pukul 3 sore, saat dimana dia biasa menunggu kepulangan tuannya. Namun hari-hari itu adalah saat dirinya tersiksa karena tuannya tidak kunjung tiba. Dan di suatu pagi, seorang petugas kebersihan stasiun tergopoh-gopoh melapor kepada pegawai keamanan. Sejenak kemu dian suasana menjadi ramai. Pegawai itu menemukan tubuh seekor anjing yang sudah kaku meringkuk di pojokan ruang tunggu. Anjing itu sudah menjadi mayat. Hachiko sudah mati. Kesetiaannya kepada sang tuannya pun terbawa sampai mati.

Warga yang mendengar kematian Hachiko segera berduyun-duyun ke stasiun Shibuya. Mereka umumnya sudah tahu cerita tentang kesetiaan anjing itu. Mereka ingin menghormati untuk yang terakhir kalinya. Menghormati sebuah arti kesetiaan yang kadang justru langka terjadi pada manusia.

Mereka begitu terkesan dan terharu. Untuk mengenang kesetiaan anjing itu mereka kemu dian membuat sebuah patung di dekat stasiun Shibuya. Sampai sekarang taman di sekitar patung itu sering dijadikan tempat untuk membuat janji bertemu. Karena masyarakat di sana berharap ada kesetiaan seperti yang sudah dicontohkan oleh Hachiku saat mereka harus menunggu maupun janji untuk datang. Akhirnya patung Hachiku pun dijadikan symbol kesetiaan. Kesetiaan yang tulus, yang terbawa sampai mati.