Misteri Terbelahnya Bulan Dan Mujizat Nabi Muhammad SAW

Misteri Terbelahnya bulan dan bersatu kembali adalah mukjizat untuk nabi besar Muhammad SAW, berikut adalah cerita mengapa dan kapan bulan itu terbelah. Selamat Membaca! 🙂

“Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah
(Q.S. Al-Qamar: 1)”

Bulan Terbelah - Misteri Roghuzshy
Bulan Terbelah – Misteri Roghuzshy

Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya: Apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah?
Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur’an.

Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, “Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi “Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah” mengandung mukjizat secara ilmiah?

Maka saya menjawabnya: “Tidak, sebab kehebatan ilmiah dapat diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya. Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah SAW, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur’an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta’alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu”.
Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah SAW membelah bulan. Kisah itu adalah di masa sebelum hijrah dari Mekah Al-Mukarramah ke Madinah.
Orang-orang musyrik berkata, “Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok) ?”Rasulullah bertanya, “Apa yang kalian inginkan ?”Mereka menjawab: “Coba belahlah bulan …”

Maka Rasulullah SAW pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah SWT agar menolongnya. Maka Allah SWT memberitahu Muhammad SAW agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah bulan itu dengan sebenar-benarnya.
Maka serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!”.
Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja “menyihir” orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada ditempat itu. Mereka lantas menunggu-nunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, maka orang-orang musyrik pun bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?”
Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali…!!!”.Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar).
Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: “Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, “Ini adalah sihir yang terus-menerus”, dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap …..” sampai akhir surat Al-Qamar.

Misteri Bulan Terbelah - Misteri Roghuzshy

Misteri Bulan Terbelah - Misteri Roghuzshy

Kenapa Babi dan Kera Haram, And Other Beast Animal – part 1

Untuk topik ini merupakan kutipan dan sumber lain karena sangat menarik untuk dibaca. Yakni kenapa Babi, kera dan binatang buas lain diharamkan untuk dimakan. Baiklah marilah kita mulai.

1. SEBAGIAN ORANG YAHUDI TELAH DIKUTUK MENJADI BABI DAN KERA

Hati-hatilah Anda termakan babi dan kera jelmaan orang Yahudi. Saya selalu merenung dan tafakur, berpikir dan berdoa.. saya selalu ingin menguak misteri dalam setiap larangan Allah. Salah satunya adalah muncul pertanyaan saya adalah kenapa larangan memakan babi itu baru muncul pada zaman Nabi Musa? Kenapa sebelum nabi Musa larangan itu tidak ada.

“Demikian juga babi hutan (babi?), karena berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi ia tidak memamah biak, haram itu bagimu (Imamat 11:7).

Ada apa ini, juga setelah Musa umat Islam juga diharamkan memakan daging babi.

Baiklah..mari kita umat islam selidi ada apakah yang terjadi pada zaman nabi Musa itu, bagi yang melanggar hari Sabat, mereka dikutuk Allah menjadi Kera dan Babi?

“Katakanlah: “Apakah akan aku beritkan tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki daan dimurkai Allah, diantara mereka (ada) yang dijadikan KERA dan BABI…” (QS 5:60)

”Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu lalu Kami berfirman kepada mereka: “JADILAH KAMU KERA YANG HINA”. (QS 2 : 65)

Ayat ini sebelumnya saya anggap aneh dan tidak rasional, kenapa manusia berubah menjadi kera dan babi… tetapi bukankah tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, menciptakan babi dan kera yang dulunya tidak ada menjadi ada azha mudah, apalagi merubah manusia menjadi babi dan keras, jadi…maka jadilah (kun fayakun!!).
Lalu kapan terjadinya peristiwa ini? Siapakah saksinya. Bukankah hari itu hri Sabat (umat Yahudi yang taat tidak boleh ke laut mencari ikan??)
Seandanya kejadian terjadi ketika orang-orang Yahudi itu berada di pantai mencari ikan (melanggar hukum Allah) dan mereka semuanya menjadi babi dan kera. Kemudian..orang-orang Yahudi yang taat melihat kedua binatang ini…mereka pasti tidak tahu dan tidak menyangka bahwa yang mereka lihat itu adalah jelmaan rekn-rekan mereka yang sesat. Bahkan bisa jadi justru akan ditangkap dan dibunuh…untuk di panggang…maka jadi kaniballah…mereka manusia makan manusia jelmaan (Maha Suci Allah yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui).

Nach..terkuak lagi sebuah misteri pada diri saya, bahwa ada korelasi larangan makan babi dan kera. Mengapa larangan itu baru ada pada/sejak zaman Musa, belum ada larangan itu pada zaman nabi-nabi sebelumnya.

Jawabannya hanya satu…apakah anda dapat membedakan babi dan kera jelmaan Yahudi itu. Apakah mereka Yahudi yang telah dirubah Allah menjadi “binatang” itu masih hidup hingga sekarang beranak pinak (bisa jadi).

Jadi jelaslah kalau umat Musa yang shaleh diharamkan memakan babi termasuk kera…yaahh bisa jadi mereka dan anda akan memakan babi dan kera yang merupakan keturunan dan jelmaan Yahudi.

Jangan-jangan selama ini anda bahkan telah “mengkonsumsi’ babi jelmaan orang Yahudi???

Bagaimana sifat babi dan kera itu (lihat tulisan di bawah, hormon babi, sifat babi inipun persis sama sifat-sifat orang Yahudi)

INTERMEZZO:

Yang lebih menarik lagi dalam sebuah majalah Sabili, ada saya baca bahwa Tikus sebenarnya ‘sebagian-nya” adalah juga jelmaan Yahudi yang dikutuk Allah (makanya Nabi menyuruh kita membasmi tikus).

Untuk menguji benar tidaknya dalil ini adalah: ada sesuatu keanehan bagi seekor tikus, menurut buku itu bila kita beri minuman dua buah susu kepada seekor tikus satu mangkok susu kambing dan susu lainnya susu unta. Maka Tikus “Yahudi” ini tidak mau minum susu unta (sebab mereka dulunya diharamkan minum susu unta), dia hanya meminum susu kambing. (wallahu alam)

Beda dengan kucing dan manusia yang durhaka: kalau kita beri dua buah mangkok susu dan bir, maka kucing akan memilih meminum susu dari pada bir, sedangkan manusia yang “durhaka” kepada Allah tidak memilih susu tetapi memilih bir!?